Arah pasar saham menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia

Rabu, 18 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi sentimen negatif dari pelemahan harga komoditas di pasar global, serta cenderung bergerak di area konsolidasi menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Divisi ritel CGS International Sekuritas menilai penguatan mayoritas indeks di Wall Street pada perdagangan Selasa (17/2) kemarin, memang menjadi sentimen positif bagi pasar. Namun aksi jual investor asing dan pelemahan harga komoditas dinilai sebagai sentimen negatif bagi IHSG.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.150/8.090 dan resist 8.275/8.335,” jelas analis CGS International, dalam catatan yang disampaikan hari ini.

Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG secara teknikal, menunjukkan penyempitan histogram negatif pada MACD dan berpotensi membentuk golden cross. Namun momentum Stochastic RSI pada indeks mulai melemah, meski bergerak di area pivot.

“Sehingga IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi pada kisaran 8.150-8.300,” jelas analis Phintraco.

Di sisi lain, analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia optimis IHSG akan melanjutkan penguatan dan menguji resisten psikologis di 8.300.

Namun investor dinilai masih mencermati keputusan suku bunga BI, yang akan ditentukan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Februari 2026. Sehingga IHSG juga diyakini akan menguji support 8.150.

Dalam laporan IDNFinancials.com sebelumnya, mayoritas indeks saham di kawasan Asia bergerak terbatas dan cenderung melemah pada Senin awal pekan ini. Sebagian bursa meniadakan perdagangan, karena bertepatan dengan libur Tahun Bau Imlek 2026. (KR)