Bitcoin turun hingga US$80.000, bikin investasi jadi 'underwater'
Sabtu, 22 November 2025

JAKARTA - Bitcoin merosot ke level terendah dalam tujuh bulan pada Jumat, mendekati area psikologis US$80.000.Sejumlah analis memperingatkan bahwa penurunan di bawah level tersebut dapat memicu koreksi yang jauh lebih dalam bagi kripto terbesar di dunia.Dilansir reuters.com, bitcoin sempat jatuh ke US$80.553, sementara ether menyentuh level terendah dalam empat bulan.Koreksi ini terjadi seiring aksi jual besar-besaran pada aset berisiko, dipicu kekhawatiran investor atas valuasi tinggi saham teknologi dan ketidakpastian soal potensi pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat.Sebagai indikator sentimen risiko, penurunan tajam kripto mencerminkan rapuhnya sentimen pasar dalam beberapa hari terakhir. Saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) ikut tergelincir dan volatilitas melonjak.Bitcoin telah turun 12% sepanjang pekan. Padahal sebelumnya, harga melesat dan mencetak rekor tertinggi di atas US$120.000 pada Oktober, ditopang perubahan regulasi yang lebih ramah terhadap aset kripto di berbagai negara.Namun pasar masih dibayangi kejatuhan tajam bulan lalu, ketika likuidasi posisi mencapai lebih dari US$19 miliar dalam satu hari, rekor terbesar sepanjang sejarah.Saat bitcoin menembus US$100.000 pekan lalu dan meluncur menuju US$80.000, sejumlah analis mengatakan harga mulai menyentuh kisaran rata-rata pembelian investor korporasi dan institusi.Hal ini bisa memaksa mereka menjual untuk membatasi kerugian. Kini bitcoin menghapus seluruh kenaikan sejak awal tahun dan tercatat turun 12% secara year-to-date, sementara ether merosot hampir 19%.“Jika bitcoin menjadi cerminan sentimen risiko secara keseluruhan, maka keadaan bisa memburuk dengan sangat cepat, dan itu yang mengkhawatirkan sekarang,” ujar analis IG, Tony Sycamore.Penurunan pada Jumat memperberat tekanan bagi perusahaan crypto treasury, emiten yang membeli dan menyimpan bitcoin dalam jumlah besar sebagai bagian dari neraca mereka.Mereka berharap harga terus naik, namun kejatuhan pasar justru menggerus nilai aset mereka.Standard Chartered memperkirakan penurunan bitcoin di bawah US$90.000 dapat membuat setengah dari total kepemilikan kripto perusahaan-perusahaan ini berada dalam kondisi “underwater” yaitu aset bernilai lebih rendah dari harga belinya.Kondisi ini dapat memaksa perusahaan mencari pendanaan baru atau menjual sebagian kepemilikan kripto, yang pada akhirnya menambah tekanan jual di pasar.Menurut perkiraan Standard Chartered, perusahaan publik kini memegang sekitar 4% dari total bitcoin yang beredar dan 3,1% ether.“Mereka membeli saat harga tinggi, dan kini sebagian mulai menjual saat harga rendah,” kata Brent Donnelly dari Spectra Markets.Citi menyebut level US$80.000 penting karena mendekati harga rata-rata pembelian bitcoin dalam exchange-traded funds (ETF).Dalam enam minggu terakhir, sekitar US$1,2 triliun kapitalisasi pasar kripto lenyap, berdasarkan data CoinGecko.Saham perusahaan pembeli bitcoin melonjak awal tahun ini, namun anjlok tajam dalam beberapa bulan terakhir.Strategy, perusahaan treasury terbesar, telah jatuh 61% dari puncak Juli dan kini turun hampir 40% sepanjang tahun.JP Morgan memperingatkan Strategy berpotensi dikeluarkan dari beberapa indeks MSCI, yang dapat memicu aksi jual paksa oleh dana yang mengikutinya.Metaplanet dari Jepang juga anjlok sekitar 80% dari puncak Juni.Donnelly menambahkan bahwa kejatuhan bitcoin pada 2018 dan 2022 masing-masing mencapai 75% hingga 80%. Jika pola itu terulang, harga berpotensi merosot hingga US$25.000.“Saya tidak mengatakan kita sedang memasuki musim dingin kripto, hanya mengingatkan bahwa penurunan 75–80% adalah bagian dari siklus bitcoin,” tulisnya. (DK)