Impor minyak China dari Rusia cetak rekor, India pangkas pembelian

Rabu, 18 Februari 2026

image

 

JAKARTA - Impor minyak mentah Rusia oleh China diperkirakan akan naik untuk tiga bulan berturut-turut, serta mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Februari 2026. Lonjakan ini terjadi karena kilang independen China, membeli minyak Rusia dengan harga diskon, setelah India memangkas pembelian secara signifikan, menurut data perdagangan dan pelacakan kapal, seperti dikutip Reuters. Data awal dari Vortexa Analytics menunjukkan bahwa pengiriman minyak Rusia ke China diperkirakan mencapai sekitar 2,07 juta barel per hari (bpd) untuk Februari, melampaui angka Januari yang diperkirakan sebesar 1,7 juta bpd. Sementara itu, data sementara dari Kpler mencatat impor minyak China berada di 2,083 juta bpd, naik dari 1,718 juta bpd pada Januari. Sejak November, China menggantikan India sebagai pembeli utama Rusia untuk pengiriman minyak lewat laut, setelah sanksi negara barat terkait perang di Ukraina dan tekanan tarif dari Amerika Serikat (AS), yang membuat New Delhi mengurangi impor minyak Rusia hingga mencapai level terendah dalam dua tahun. Impor minyak India dari Rusia diperkirakan turun lebih jauh menjadi sekitar 1,159 juta bpd pada Februari menurut data Kpler. Sementara penurunan pembelian minyak oleh India, telah mendorong harga minyak Rusia turun menjadi sekitar $9–$11 per barel di bawah acuan ICE Brent untuk pengiriman ke China, salah satu diskon terbesar dalam beberapa tahun. Minyak Rusia lain seperti Sokol, Varandey, dan campuran ESPO dari pelabuhan timur Kozmino juga memperkuat aliran pengiriman ke China, sehingga menjadi pilihan yang sangat kompetitif dibandingkan pasokan dari Iran. (DK/KR)