Strategy terus borong bitcoin, kini dibiayai penerbitan saham preferen

Rabu, 18 Februari 2026

image

JAKARTA — Perusahaan investasi kripto milik Michael Saylor, Strategy Inc., kembali membeli bitcoin dengan nilai hampir US$170 juta.

Seperti dikutip Bloomberg, dalam dokumen regulator yang dirilis Selasa, Strategy—sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy—mengungkapkan telah membeli 2.486 bitcoin sepanjang periode 9–16 Februari.

Sekitar 46% dari total pembelian, atau lebih dari US$78 juta, dibiayai melalui penerbitan saham preferen perpetual bertajuk Stretch menggunakan skema at-the-market, dengan harga di bawah nilai nominal. Proporsi ini merupakan yang tertinggi sejak November 2025.

[[ Saham preferen adalah saham mirip obligasi, tapi secara hukum tetap saham. Saham preferen biasanya tanpa tanggal jatuh tempo (perpetual), memberi dividen tetap/variabel, tidak punya hak suara dan prioritas pembayarannya di atas saham biasa. Produk Stretch milik Strategy: memberi dividen variabel ± 11,25% dibayar sebelum pemegang saham biasa menerima apa pun. ]]

Sisa pendanaan sebesar US$90,5 juta berasal dari penjualan saham biasa Kelas A.

Pekan lalu, CEO Strategy Phong Le menyatakan perusahaan berencana meningkatkan penerbitan saham preferen perpetual guna meredam kekhawatiran investor terhadap volatilitas saham perusahaan, yang sangat sensitif terhadap pergerakan harga bitcoin.

Produk Stretch menawarkan dividen variabel yang saat ini berada di level 11,25%, dengan penyesuaian bulanan. Imbal hasil efektifnya setara dengan obligasi berisiko tinggi, sekitar 11,30%.

Meski demikian, saham preferen masih menjadi porsi kecil dalam keseluruhan strategi pendanaan Strategy. Dalam empat pembelian bitcoin mingguan terakhir, perusahaan tercatat menjual sekitar US$543 juta saham biasa dan US$85 juta saham preferen perpetual.

Manajemen menyatakan ke depan akan lebih mengandalkan saham preferen untuk mengurangi gejolak bagi investor, mengingat pergerakan saham biasa Strategy cenderung sangat fluktuatif mengikuti harga bitcoin.

Saat ini, Strategy tercatat memiliki lebih dari 717.000 bitcoin dengan nilai sekitar US$49 miliar. Namun, pasar kripto masih berada dalam kondisi rapuh sejak gelombang likuidasi pada Oktober lalu menggerus kepercayaan investor.

Pada perdagangan Selasa, harga bitcoin berada di kisaran US$67.000, turun hampir 50% dari rekor tertingginya pada Oktober. Tekanan harga tersebut turut membebani kinerja Strategy, yang membukukan rugi bersih US$12,4 miliar pada kuartal IV.

Saham biasa Strategy sendiri telah turun hampir 15% sepanjang tahun berjalan.

Sebelumnya, saham Strategy sempat diperdagangkan dengan premi signifikan di atas nilai kepemilikan aset kriptonya, sehingga memungkinkan perusahaan menerbitkan saham baru untuk membeli bitcoin secara berulang.

Namun, seiring menyusutnya premi tersebut dan kondisi pasar modal yang semakin ketat, model pendanaan berbasis saham biasa mulai kehilangan daya dorong. (DK)