Selat Hormuz ditutup sementara, AS–Iran berunding 2 pekan lagi

Rabu, 18 Februari 2026

image

WASHINGTON - Amerika Serikat dan Iran tetap menggelar putaran kedua perundingan terkait program nuklir Iran pada Selasa di Geneva setelah Iran mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz selama beberapa jam untuk latihan militer dengan tembakan langsung.

Menteri Luar Negeri Oman sebagai mediator dalam pertemuan di Jenewa (Swiss) itu mengungkapkan, dalam unggahan media sosial bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. 

Namun, menurut Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi,  Iran dan Amerika Serikat meninggalkan perundingan dengan langkah lanjutan yang jelas.

Harga minyak berjangka melemah, dengan kontrak acuan minyak mentah Brent turun lebih dari 1% setelah komentar Araqchi tersebut.

Pernyataan itu membantu meredakan kekhawatiran akan konflik di kawasan, di tengah pengerahan kekuatan angkatan laut AS untuk menekan Iran agar memberikan konsesi.

“Berbagai gagasan telah diajukan dan dibahas secara serius. Pada akhirnya, kami berhasil mencapai kesepakatan umum mengenai sejumlah prinsip panduan,” ujar Araqchi kepada media Iran setelah perundingan di Jenewa berakhir.

Seorang pejabat AS mengatakan Iran akan menyampaikan proposal rinci dalam dua pekan ke depan guna menutup perbedaan dalam pembicaraan nuklir tersebut.

“Kemajuan telah dicapai, tetapi masih banyak detail yang perlu dibahas,” kata pejabat tersebut, yang menolak disebutkan namanya.

Seperti dikutip globalnews.ca, seiring dimulainya pembicaraan, media Iran melaporkan bahwa militer Iran telah meluncurkan rudal langsung ke arah Selat Hormuz dan menutup jalur pelayaran penting tersebut dengan alasan keselamatan dan keamanan maritim.Ini menjadi pertama kalinya Iran menutup sebagian Selat Hormuz, jalur vital perdagangan internasional yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sejak AS meningkatkan ancaman aksi militer terhadap Teheran.Sebelumnya, Iran memang pernah menggelar latihan tembak langsung di Selat Hormuz beberapa pekan lalu, namun tanpa pengumuman penutupan jalur.Kantor berita semi-resmi Tasnim, yang dekat dengan Garda Revolusi Iran, menyebut rudal-rudal yang diluncurkan dari wilayah daratan dan pesisir Iran berhasil mengenai sasaran di sekitar Selat Hormuz. Seperti disiarkan jaringan televisi IRRIN (Islamic Republic of Iran News Network) latihan militer di Selat Hormuz dilakukan dengan menembak sasaran kapal perang Amerika USS Nimitz tiruan yang terbuat dari kayu. [FOTO: IRRIN]Televisi pemerintah Iran kemudian melaporkan bahwa putaran terbaru perundingan berakhir setelah hampir tiga jam. Televisi pemerintah Iran menegaskan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat dilakukan secara tidak langsung dan hanya membahas isu nuklir, tanpa menyentuh kebijakan domestik Iran, termasuk penindakan keras terhadap demonstran bulan lalu.Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Iran membatasi program nuklirnya. Iran memperingatkan akan membalas jika terjadi serangan. Trump juga menekan Iran terkait penanganan demonstrasi nasional yang menelan korban jiwa.Putaran pertama perundingan berlangsung pada 6 Februari di Oman dan juga dilakukan secara tidak langsung, dengan mediator Oman mempertemukan masing-masing delegasi secara terpisah.Pola serupa kembali diterapkan pada pembicaraan di Geneva. Utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, turut melakukan perjalanan untuk mengikuti putaran baru ini.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi Iran, juga bertemu dengan kepala badan pengawas nuklir PBB pada Senin.“Saya berada di Geneva dengan gagasan nyata untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara,” tulis Araghchi di X. “Yang tidak ada di meja perundingan adalah penyerahan diri di bawah ancaman.”Berbicara kepada wartawan di atas Air Force One, Trump mengatakan ia akan terlibat, setidaknya secara tidak langsung.“Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tidak yakin mereka menginginkan konsekuensi jika tidak ada kesepakatan,” ujarnya. (DK)