Meski pendapatan melandai, Jaya Ancol cetak kenaikan laba
Rabu, 18 Februari 2026

JAKARTA – Meski pendapatan melandai, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mampu pertahankan peningkatan laba bersih sepanjang tahun 2025 dari tahun 2024.
Mengutip Laporan Keuangan Tahun 2025, Rabu (13/2), pendapatan usaha PJAA melandai 11,38% menjadi Rp1,12 triliun dari laba tahun 2024 sebesar Rp1,26 triliun. Penurunan pendapatan emiten ini dari segmen Real Estat, Tiket, dan Hotel-Restoran.
Kontribusi pendapatan segmen Real Estat nihil dari sebelumnya Rp5,67 miliar, Tiket Rp737,70 miliar, turun dari Rp907,18 miliar, Hotel dan Restoran Rp68,54 miliar, turun dari Rp76,84 miliar, dan Pendapatan Usaha Lainnya Rp316,95 miliar, naik dari Rp277,59 miliar.
Sepanjang tahun 2025, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta ini mengantongi laba kotor Rp511,66 miliar, turun 23,26% dari Rp666,77 miliar. Dengan capaian ini, margin laba kotor 45,58%, lebih rendah dari sebelumnya 52,64%. Sementara itu, laba usaha tercatat Rp324,85 miliar, terkoreksi 12,75% dari Rp372,36 miliar dan laba sebelum pajak Rp224,88 miliar, turun 9,78% dari Rp249,26 miliar.
Laba bersih tahun berjalan naik 2,08% menjadi Rp179,96 miliar dari sebelumnya Rp176,28 miliar karena penurunan beban pajak penghasilan dan laba komprehensif tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk naik 39,26% menjadi Rp164,80 miliar dari sebelumnya Rp118,34 miliar. (LK)