Rupiah melemah ke Rp16.866 usai sinyal suku bunga tinggi The Fed

Rabu, 18 Februari 2026

image

JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu di Jakarta. Mata uang Garuda terkoreksi 37 poin atau 0,22% ke level Rp16.866 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.829 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu sentimen penguatan dolar AS setelah pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed).

Menurutnya, Deputi Gubernur The Fed Michael Barr dan Presiden The Fed Bank of San Francisco Mary Daly menyampaikan pandangan yang cenderung ketat terhadap kebijakan moneter. Daly menegaskan inflasi masih perlu ditekan karena belum mencapai target, sementara kondisi pasar tenaga kerja dinilai masih berfluktuasi.

Di sisi lain, Barr menyebut suku bunga acuan kemungkinan akan dipertahankan pada level saat ini untuk beberapa waktu ke depan.

Berdasarkan laporan CME FedWatch Tool yang dikutip dari Xinhua, probabilitas The Fed menahan suku bunga tetap pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Maret 2026 meningkat menjadi 94%, dari sebelumnya sekitar 80%.

Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik. Iran menyatakan ada kemajuan dalam pembicaraan nuklir dengan AS di Jenewa.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut, kedua pihak telah mencapai kesepahaman atas prinsip-prinsip utama, meski kesepakatan final belum dekat.

Presiden AS Donald Trump pada saat yang hampir sama mendesak percepatan kesepakatan damai dalam perundingan Rusia-Ukraina yang dimediasi AS di Jenewa.

Menurut Samara Hammoud, Analis Mata Uang Commonwealth Bank of Australia, sentimen risiko yang melemah akibat ketegangan geopolitik sempat mendukung dolar AS. Namun, laporan kemajuan negosiasi AS-Iran membantu meredakan kekhawatiran pasar. (DK)