IHSG naik 0,52% dalam sepekan, DSSA dan BMRI jadi penopang utama

Sabtu, 22 November 2025

image

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan 17–21 November 2025 dengan penguatan 0,52% ke level 8.414,35, meski aktivitas perdagangan tercatat menurun.

Kenaikan IHSG pekan ini terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor energi dan perbankan, sementara beberapa emiten tambang menahan laju penguatan.

Saham-saham big caps menjadi kontributor utama. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin pendorong IHSG dengan kontribusi 9,65% atau setara 32,27 poin, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang menambah 16,51 poin.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut menyumbang 1,54% (9,78 poin), sementara PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), emiten milik Prajogo Pangestu, berkontribusi 5,12% (4,58 basis poin).

Di sisi lain, beberapa saham memberikan tekanan terhadap IHSG. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi pemberat terbesar, mengurangi indeks sebanyak 17,23 poin atau setara 7,67%.

Kemudian, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menekan 1,41% (5,45 poin), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar (11,81%), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (1,89%), dan Emiten milik Garibaldi Boy Tohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar 12,07% (3,71 poin).

Jika dibandingkan dengan bursa ASEAN lainnya, IHSG menempati posisi ketiga dengan kenaikan 0,52%. Bursa Filipina memimpin penguatan dengan lonjakan 7,39%, diikuti Vietnam yang naik 1,26%. (DK)