NATO

Rabu, 18 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Mercuri Strategic Indonesia (MCI) menggelar tender wajib maksimal 5,86 miliar saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) mulai Kamis (19/2) hingga (20/3). Hal itu disampaikan Gede Putu Adnawa, Direktur Utama NATO dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (18/2).

MCI menjadi pengendali NATO setelah menyelesaikan akuisisi 26,871% atau 2,15 miliar saham dari PT Karunia Berkah Jayasejahtera (KBJ) senilai Rp393,45 miliar pada 12 Desember 2025.

Dalam prospektu singkat perusahaan, MCI akan melakukan tender wajib dan berniat membeli maksimum 5,85 miliar saham atau setara 73,129% dengan harga Rp183 per saham. Total nilai transaksi itu sekira Rp1,07 triliun.

Penetapan harga tender wajib itu lebih tinggi dari rerata harga tertinggi perdagangan saham harian dalam 90 hari sejak 16 September 2025 hingga 14 Desember 2025 di level Rp162,38 per saham.

Saat ini, MCI mencatatkan modal dasar Rp100 miliar, yang terdiri dari modal ditempatkan dan disetor penuh Rp25 miliar dan saham dalam portepel Rp75 miliar. Pemegang sahamnya yakni, Mercury Strategic Partners Pte Ltd 99,96% dan PT Multi Nusa Indonesia 0,04%.

Penerima akhir dari kepemilikan saham MCI yakni, Al Alan Rachmat Budiman.

Antara pemegang saham utama NATO, pemegang saham lainnya di NATO tidak terafiliasi dengan MCI. (LK)