OpenAI rekrut kreator OpenClaw, pertaruhan besar OpenAI?
Rabu, 18 Februari 2026

JAKARTA – Era chatbot pasif seperti ChatGPT diprediksi segera berakhir. OpenAI mengambil langkah agresif dengan merekrut Peter Steinberger, pencipta agen AI open-source viral OpenClaw. Langkah ini menandai pergeseran besar arah industri kecerdasan buatan.
Fokus pengembangan kini bergeser dari model bahasa yang sekadar “berkata-kata” menuju agen otonom yang mampu “bertindak”, seperti menjelajah web, mengeksekusi kode, dan menyelesaikan tugas kompleks atas nama pengguna.
Dikutip dari VentureBeat (17/2/2026), perekrutan ini dinilai sebagai taruhan terbesar OpenAI untuk memenangkan masa depan agen otonom.
Steinberger menyatakan kepindahannya bertujuan “membawa agen kepada semua orang”. Pernyataan itu dikonfirmasi langsung oleh CEO OpenAI Sam Altman, yang menyebut Steinberger akan memimpin pengembangan generasi agen personal berikutnya.
Sementara itu, proyek OpenClaw akan bertransisi menjadi yayasan independen, meski tetap berada di bawah sponsor dan pengaruh OpenAI.
Langkah ini sekaligus menyoroti kesalahan strategis Anthropic. OpenClaw, yang sebelumnya bernama ClawdBot, awalnya dikembangkan khusus untuk model Claude. Namun, alih-alih merangkul inovasi komunitas, Anthropic justru mengirimkan surat perintah penghentian dan ancaman hukum kepada Steinberger. Pendekatan ini mendorong pengembang di balik agen AI paling viral tahun ini beralih ke pesaing utama mereka.
CEO LangChain, Harrison Chase, menilai keberhasilan OpenClaw terletak pada sifatnya yang nekat dan minim pembatasan keamanan.
“OpenAI tidak akan pernah merilis sesuatu seperti itu. Tapi itulah yang membuat OpenClaw menjadi OpenClaw,” ujarnya.
Menurut Chase, fitur seperti akses root dan memori persisten adalah “sihir” yang sulit dihadirkan dalam lingkungan korporasi yang ketat.
Bagi pimpinan teknologi informasi, perkembangan ini menandakan konsolidasi pasar yang cepat. Sebelumnya, Meta telah mengakuisisi Manus AI dan Limitless AI.
OpenAI sendiri sempat kesulitan mendapatkan traksi melalui produk agen internal seperti Atlas dan Agents API. Tantangan terbesarnya kini adalah apakah budaya hacker independen yang liar dapat bertahan di dalam korporasi bernilai sekitar 300 miliar dolar AS.
Steinberger menutup pengumumannya dengan pernyataan singkat: “The claw is the law.” (SF)