ETF emas cetak rekor, JP Morgan ingatkan risiko dan instrumen alternatif

Rabu, 18 Februari 2026

image

JAKARTA – JP Morgan Asset Management, salah satu perusahaan pengelola aset terbesar dari Amerika Serikat (AS), menyebut minat investor terhadap emas belum pernah mencapai level setinggi saat ini sepanjang sejarah.

Pada 2025 lalu, JP Morgan mencatat harga emas dunia telah melesat 65% akibat permintaan yang kuat, sementara pasokan di pasar hanya meningkat sekitar 1,5-2% per tahun.

Dalam catatan yang disampaikan kepada investor, JP Morgan juga mengakui permintaan bank sentral terhadap emas memang telah melandai, dalam bbeberapa kuartal terakhir.

Namun pada saat yang sama, penurunan itu digantikan oleh permintaan dari investor ritel hingga institusional, yang mengalokasikan uang mereka ke ETF berbasis emas.

“Ditambah dengan kenaikan harga emas sebesar 14%, Asset Under Management (AUM) dari ETF emas global telah mencapai rekor $669 miliar pada akhir Januari 2026,” ungkap JP Morgan. 

Menghadapi lonjakan harga dan permintaan tersebut, JP Morgan mengatakan bahwa investor perlu memperhatikan karakteristik emas, sebelum menambahkan aset logam mulia ini ke dalam portofolio mereka.

“Emas bisa sangat fluktuatif, kenaikannya dipengaruhi suku bunga, dan tidak menghasilkan pendapatan,” jelas JP Morgan.

Sehingga bagi investor yang mencari alternatif, dengan fokus pada pendapatan dari aset investasinya, bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi pada properti, infrastruktur swasta, dan transportasi. (KR)