Satelit tunjukkan USS George Washington masuk Laut China Selatan

Sabtu, 22 November 2025

image

JAKARTA - Citra satelit terbaru memperlihatkan pergerakan kapal induk bertenaga nuklir AS, USS George Washington, beserta gugus tempurnya di kawasan Laut China Selatan yang disengketakan.Beroperasi dari Yokosuka, Jepang, George Washington merupakan satu-satunya kapal induk AS yang ditempatkan secara permanen di luar negeri.Kehadirannya di wilayah tersebut menjadi sinyal kuat proyeksi kekuatan maritim Amerika di tengah meningkatnya ketegangan regional.Beijing mengklaim hampir seluruh jalur perairan strategis itu, sehingga kerap bersitegang dengan beberapa negara tetangga, termasuk Filipina yang merupakan sekutu perjanjian AS.Seperti dikutip newsweek.com, laut China Selatan terus menjadi titik panas bagi interaksi militer dan penjaga pantai.Akun intelijen sumber terbuka di platform X menandai lokasi kapal induk tersebut berdasarkan citra satelit Badan Antariksa Eropa pada Kamis, yang menunjukkan gugus tempur AS berada di perairan barat Provinsi Palawan, Filipina.Kapal ini tidak terlacak melalui sistem pemantauan sipil karena transponder AIS telah dimatikan selama lebih dari 50 hari, menurut data pelacakan publik.Think tank berbasis Beijing, South China Sea Probing Initiative, menyebut kapal induk itu tampak bergerak menuju area tempat USS Nimitz, kapal induk AS lain di kawasan tersebut, melakukan operasi pemulihan.Sebelumnya, satu helikopter dan satu jet tempur AS jatuh dalam selang waktu satu jam saat menjalankan operasi rutin dari USS Nimitz.Mantan Presiden Donald Trump menyatakan bahan bakar bermasalah diyakini menjadi penyebab insiden itu.Penugasan USS George Washington terjadi hanya satu pekan setelah Trump bertemu dan berpidato di hadapan pasukan di kapal tersebut dalam kunjungannya ke Jepang.USS Nimitz sendiri baru menyelesaikan latihan gabungan dengan Jepang dan Filipina, seiring upaya mempererat kerja sama keamanan menghadapi peningkatan aktivitas militer China.Pada pekan yang sama, kapal induk terbaru China, Fujian, tertangkap dalam citra satelit langka di dekat provinsi Hainan, wilayah yang kini menjadi pusat utama armada laut Beijing yang terus berkembang. (DK)