Cegah penyitaan oleh Eropa, militer Rusia kawal tanker dan siap balas

Rabu, 18 Februari 2026

image

MOSCOW - Rusia bisa mengerahkan angkatan lautnya untuk mencegah kekuatan Eropa menyita kapal-kapal tankernya dan berjanji akan membalas terhadap kapal dagang Eropa jika kapal Rusia disita,

Menurut Nikolai Patrushev, seorang tokoh keras Kremlin, seperti dikutip GlobalNews.ca, Selasa (17/2), Rusia melakukan hal itu karena negara-negara Barat telah berupaya memukul ekonomi Rusia dengan sanksi dan belakangan mencoba memblokir tanker minyak yang diduga membawa muatan minyak Rusia. 

Seperti dikutip reuters.com, pada Januari 2026, Amerika Serikat menyita sebuah tanker berbendera Rusia guna membatasi ekspor minyak Venezuela.

Patrushev, penasihat Kremlin dan sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, mengatakan Rusia perlu memberikan respons kuat, terutama terhadap Inggris, Prancis, dan negara-negara Baltik.

Ia memperingatkan jika tidak tegas, negara-negara tersebut akan semakin berani hingga mencoba memblokir akses laut Rusia, termasuk di Samudra Atlantik.

"Rusia harus menempatkan kekuatan angkatan laut secara permanen di perairan utama, bahkan jauh dari wilayahnya, untuk mendinginkan semangat bajak laut Barat." 

Patrushev juga menyatakan Rusia percaya aliansi NATO berencana memblokade wilayah Kaliningrad di Laut Baltik, yang disebutnya ilegal menurut hukum internasional.

Patrushev mengecam pemakain nama  “armada bayangan” (shadow fleet) yang digunakan negara-negara Eropa untuk menggambarkan jaringan kapal yang konon dipakai Rusia untuk mengelak sanksi, dengan mengatakan istilah itu tak punya dasar hukum. 

Ia memperingatkan bahwa jika solusi damai gagal, blokade akan dihadapi dan dihancurkan oleh angkatan laut Rusia. (DK)