CEO Goldman Sachs: Saya masih coba memahami perilaku bitcoin
Kamis, 19 Februari 2026

WASHINGTON – CEO Goldman Sachs, David Solomon, untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa ia secara pribadi memiliki bitcoin, meski dalam jumlah yang sangat kecil.
Pengakuan itu disampaikan Solomon saat berbicara pada hari pertama World Liberty Forum yang digelar di Mar-a-Lago.
“Saya masih mencoba memahami bagaimana perilaku Bitcoin,” ujar Solomon. “Saya memiliki sedikit bitcoin, sangat sedikit.”
Seperti dikutip theblock.co, selama bertahun-tahun Solomon dikenal sebagai pendukung pengembangan teknologi blockchain, namun tetap berhati-hati terhadap aset kripto. Dalam wawancara dengan CNBC pada Juli 2024, ia menyebut bitcoin sebagai investasi spekulatif dan mengaku belum melihat kegunaan yang jelas, meski mengakui potensi bitcoin sebagai penyimpan nilai.
Pada Januari 2025, Solomon kembali menegaskan bahwa Goldman Sachs belum diizinkan untuk memiliki atau terlibat langsung dengan bitcoin maupun aset kripto lainnya. Namun, ia menyatakan bahwa kondisi tersebut mulai berubah. “Sangat baru-baru ini,” ujarnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Meski demikian, menurut laporan Bloomberg, Solomon mengaku bukan peramal yang andal dalam memprediksi pergerakan harga bitcoin.
Solomon turut menghadiri forum yang diselenggarakan oleh World Liberty Financial, perusahaan DeFi dan stablecoin yang didukung Presiden Donald Trump bersama ketiga putranya. Acara tersebut berlangsung di tengah pemerintahan AS yang dinilai paling terbuka terhadap industri kripto dibandingkan periode sebelumnya.
Pada musim panas lalu, Trump menandatangani GENIUS Act, kerangka regulasi kripto besar pertama yang resmi menjadi undang-undang di Amerika Serikat.
Bulan lalu, Solomon mengatakan Goldman Sachs tengah menjajaki uji coba tokenisasi dan teknologi stablecoin, sembari memantau perkembangan regulasi struktur pasar keuangan di AS.
Sementara itu, Goldman Sachs tercatat memangkas kepemilikan ETF spot bitcoin dan ether sekitar 40% pada kuartal terakhir. (DK)