Euro melemah usai isu Lagarde mundur, data AS membuat dolar naik

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA - Euro melemah pada Rabu setelah muncul laporan bahwa Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde berencana mundur lebih awal.Sementara itu, dolar AS melanjutkan penguatan usai rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat dan menjelang publikasi risalah rapat Federal Reserve bulan Januari.Financial Times melaporkan Lagarde mempertimbangkan meninggalkan jabatannya sebelum masa tugas berakhir, menjelang pemilihan presiden Prancis tahun depan, sehingga Presiden Prancis yang akan lengser Emmanuel Macron dapat ikut menentukan penggantinya.Namun, ECB menegaskan bahwa Lagarde belum mengambil keputusan terkait akhir masa jabatannya, mengutip dari reuters.com.Di sisi lain, dolar AS menguat setelah data ekonomi AS menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan.Departemen Perdagangan AS melaporkan pesanan barang modal non-pertahanan di luar pesawat, indikator penting belanja bisnis, naik 0,6%, melampaui estimasi 0,4%, setelah revisi kenaikan 0,8% pada November.Selain itu, The Fed menyebutkan output manufaktur meningkat 0,6% bulan lalu, kenaikan terbesar sejak Februari 2025 dan di atas perkiraan 0,4%.“Kebangkitan sektor manufaktur tampaknya mulai nyata. Bukan hanya tenaga kerja yang bertambah, output juga meningkat,” ujar Brian Jacobsen, kepala ekonom Annex Wealth Management.“Dengan aliran pesanan baru yang menguat, ini bisa lebih dari sekadar lonjakan sementara.”Indeks dolar naik 0,33% ke level 97,45, sementara euro turun 0,31% ke US$1,1816. Dolar berada di jalur kenaikan harian ketiga berturut-turut dan mencatatkan penguatan persentase harian terbesar sejak 5 Februari.Poundsterling melemah 0,21% ke US$1,3536 setelah data menunjukkan inflasi tahunan Inggris turun ke 3,0% pada Januari, sesuai perkiraan.Pelaku pasar menanti risalah rapat The Fed Januari untuk petunjuk arah suku bunga dan pandangan bank sentral terkait dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap produktivitas dan pasar tenaga kerja.Pasar saat ini belum memperhitungkan peluang lebih dari 50% untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin sebelum pertemuan Juni.Perhatian juga tertuju pada geopolitik, setelah Iran dan AS mencapai pemahaman mengenai prinsip-prinsip utama dalam putaran kedua perundingan tidak langsung terkait isu nuklir, meski kesepakatan final belum dekat.Terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,72% ke 154,39. Pemerintahan Trump mengumumkan tiga proyek senilai US$36 miliar yang akan dibiayai Jepang sebagai bagian awal dari komitmen proyek US$550 miliar untuk menekan tarif AS.Sementara itu, dolar Selandia Baru melemah 0,94% ke US$0,5988 setelah bank sentral setempat menahan suku bunga acuannya di 2,25% dan memberi sinyal kebijakan akan tetap akomodatif.Analis Goldman Sachs menilai pernyataan tersebut meremehkan perbaikan data domestik terbaru dan melihat pemulihan ekonomi masih pada tahap awal. (DK)