Yield obligasi AS naik ke 4,08%, ekspektasi pemangkasan bunga mereda

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA - Obligasi pemerintah AS kembali melemah setelah data perumahan dan barang tahan lama yang solid mempertegas ketahanan ekonomi Amerika Serikat.Data tersebut meredam ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga yang lebih agresif tahun ini.Seperti dikutip Bloomberg.com, imbal hasil naik di seluruh tenor, mendorong yield obligasi acuan tenor 10 tahun ke level 4,08%.Kenaikan ini menempatkan pasar obligasi AS di jalur penguatan dua hari berturut-turut untuk pertama kalinya sejak awal bulan.Pergerakan tersebut menyusul rilis serangkaian data ekonomi yang menunjukkan aktivitas ekonomi masih cukup kuat.Produksi industri mencatat kenaikan terbesar dalam hampir setahun pada Januari, pesanan peralatan bisnis Desember melampaui perkiraan, sementara pembangunan rumah baru melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan.“Pasar suku bunga bereaksi terhadap data barang tahan lama, perumahan, dan produksi industri yang lebih baik dari perkiraan dengan pola bear flattening,” kata Priya Misra, Manajer Portofolio di JPMorgan Investment Management.Namun ia menilai pergerakan tersebut relatif terbatas karena bank sentral AS masih fokus pada kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi.Imbal hasil obligasi telah bergerak naik sejak penurunan tajam di akhir pekan lalu, ketika data inflasi yang jinak mendorong spekulasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.Saat ini, pelaku pasar sepenuhnya memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, meski ekspektasi untuk pemotongan ketiga mulai berkurang.Fokus investor selanjutnya tertuju pada lelang obligasi tenor 20 tahun senilai US$16 miliar serta risalah rapat kebijakan moneter Januari dari FOMC yang akan dirilis Rabu waktu setempat.Risalah tersebut dinilai berpotensi menarik perhatian pasar. Padhraic Garvey, Kepala Riset Kawasan Amerika di ING Groep NV, mengatakan nada kebijakan The Fed pada Januari tampak lebih hawkish.Menurutnya, risalah rapat dapat memberikan petunjuk apakah sikap tersebut bertujuan menahan pelemahan dolar saat itu.Investor juga mencermati sinyal lanjutan dari bank sentral setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75% pada pertemuan bulan lalu.Dalam konferensi pers setelah rapat, Ketua The Fed Jerome Powell menyebut adanya “perbaikan yang jelas” pada prospek ekonomi AS dan menilai pasar tenaga kerja mulai menunjukkan stabilitas.Pernyataan tersebut diperkuat oleh laporan ketenagakerjaan AS Januari yang lebih kuat dari perkiraan pekan lalu, serta data terbaru pertumbuhan gaji sektor swasta yang dirilis pada Selasa. (DK)