AS perkirakan produksi minyak Venezuela naik hingga 40% di 2026
Kamis, 19 Februari 2026

WASHINGTON - Produksi minyak Venezuela berpeluang melonjak 30% hingga 40% sepanjang tahun ini, setara tambahan 300–400 ribu barel per hari, menurut Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright. Lonjakan itu, akan didukung minat perusahaan energi untuk masuk ke Venezuela, kata Wright di sela pertemuan tingkat menteri International Energy Agency, di Paris. Ia menambahkan, kenaikan produksi tersebut setara dengan sekitar sepertiga pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini. Pemerintahan Donald Trump baru-baru ini menerbitkan lisensi, yang memungkinkan sejumlah perusahaan minyak Barat kembali beroperasi di Venezuela. Langkah ini bertujuan menghidupkan kembali industri migas dan ekonomi negara itu, menyusul penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro awal tahun ini. Produksi minyak Venezuela sendiri telah merosot sekitar 50% sejak 2017, ketika Washington pertama kali menjatuhkan sanksi keuangan. Salah satu perusahaan yang terlibat, ConocoPhillips, sebelumnya menyatakan lebih memilih menagih piutang miliaran dolar dari Venezuela, ketimbang membuka sumur baru. Wright menyebut berbagai “skema kreatif” tengah dibahas, termasuk mengonversi utang menjadi kepemilikan saham. Sementara itu, harga minyak dunia diperdagangkan mendekati level tertinggi enam bulan di London, dipicu kekhawatiran potensi serangan AS terhadap anggota OPEC, yaitu Iran, terkait program nuklirnya. Harga juga terdorong oleh gangguan pasokan, termasuk dampak sanksi AS terhadap Iran dan Rusia. Wright menilai strategi Trump yang meningkatkan produksi domestik, serta penguatan kembali aliansi di Timur Tengah dan kawasan lain, telah memberi ruang gerak lebih luas bagi kebijakan luar negeri AS, tanpa terlalu dibebani kekhawatiran lonjakan harga energi. Ia mencontohkan lonjakan harga minyak yang hanya bersifat sementara selama konflik 12 hari antara Israel dan Iran tahun lalu, ketika AS menyerang fasilitas nuklir Iran, sebagai gambaran perubahan dinamika pasar energi global saat ini. (DK/KR)