Kremlin: Angkatan Laut Rusia siap cegah negara barat sita tanker minya

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA - Seorang pejabat senior Kremlin memperingatkan bahwa Rusia siap mengerahkan angkatan lautnya untuk mencegah negara-negara Barat menyita kapal dagang Rusia sebagai bagian dari sanksi terhadap ekspor minyak dan apa yang disebut Moskow sebagai “armada bayangan”.Pernyataan itu disampaikan oleh Nikolai Patrushev, ajudan Kremlin yang membidangi urusan pelayaran sekaligus sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.Seperti dikutip aljazeera.com, Ia menegaskan Rusia perlu mengirim pesan keras, terutama kepada Inggris, Prancis, dan negara-negara Baltik.“Seperti selalu, penjamin terbaik keselamatan pelayaran adalah angkatan laut,” kata Patrushev kepada harian Argumenty i Fakty di Moskow.Ia menuduh negara-negara Barat melakukan “serangan mirip pembajakan” terhadap kapal Rusia.Menurutnya, jika Rusia tidak melawan secara tegas, Inggris, Prancis, bahkan negara-negara Baltik bisa semakin berani hingga mencoba menutup akses Rusia ke laut, setidaknya di kawasan Atlantik.Patrushev menekankan bahwa Rusia harus tetap mampu mengekspor minyak, gandum, dan pupuk agar roda ekonomi terus berputar, seraya menuding Barat sengaja menargetkan sektor pelayaran, salah satu tulang punggung ekonomi Rusia.Ia juga menyatakan bahwa di wilayah-wilayah maritim utama, termasuk yang jauh dari perairan Rusia, Moskow perlu menempatkan kekuatan laut secara permanen untuk “mendinginkan hasrat para perompak Barat”.Patrushev menambahkan bahwa angkatan laut Barat tengah mengalami modernisasi besar-besaran, di tengah apa yang ia sebut sebagai “diplomasi kapal perang” Amerika Serikat, termasuk terkait Venezuela dan Iran.Selain itu, Rusia meyakini aliansi militer NATO berencana memblokade eksklave Rusia di Kaliningrad, Laut Baltik.Menurut Patrushev, rencana blokade Eropa tersebut merupakan skenario eskalasi militer yang sengaja menguji kesabaran Moskow dan memicu langkah balasan aktif.“Jika solusi damai gagal, blokade itu akan ditembus dan dihapuskan oleh angkatan laut,” tegasnya. (DK)