TNI AL perkuat armada, pesawat A-VIATOR diproduksi di Italia

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA – Produksi pesawat A-VIATOR AP-68TP-600 untuk TNI Angkatan Laut resmi dimulai di Italia. Pesawat tersebut diproduksi oleh Vulcanair, menyusul kontrak pengadaan yang ditandatangani pada Desember 2023 dan mulai berlaku efektif per 29 Januari 2026.

Kesepakatan ini mencakup empat unit pesawat yang dibeli oleh Indonesia dalam skema pengadaan luar negeri (foreign procurement), lengkap dengan layanan pendukung seperti pelatihan pilot dan teknisi, serta simulator penerbangan yang disesuaikan.

Seperti dikutip Naval News, hingga saat ini jadwal pengiriman maupun linimasa produksi keempat pesawat tersebut belum diumumkan secara resmi.

Pabrikan Vulcanair menyatakan pengadaan ini merupakan bagian dari program modernisasi armada udara TNI AL yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan RI. Angkatan Laut membutuhkan platform udara yang modern namun tetap hemat biaya untuk berbagai misi, mulai dari pelatihan terbang, angkut ringan, hingga pengintaian dan pengawasan maritim (ISR).

Sebagai catatan, kekuatan penerbangan TNI AL saat ini relatif terbatas dibandingkan luas wilayah maritim dan ruang udara Indonesia. Armada sayap tetapnya didominasi oleh pesawat seperti CASA C-212 Aviocar, CASA/IPTN CN-235, Beechcraft King Air 350i, Beechcraft G36 Bonanza, serta Piper PA-28 Archer.

A-VIATOR AP-68TP-600 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda, bersayap tinggi, tanpa kabin bertekanan, dan merupakan varian dari seri Vulcanair P.68. Pesawat ini ditenagai dua mesin turboprop Rolls-Royce 250-B17/F.

Pesawat memiliki bobot lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 3.000 kg, bobot pendaratan maksimum 2.850 kg, kecepatan jelajah maksimum 396 km/jam (214 knot), serta ketinggian operasi hingga 25.000 kaki. Jangkauan maksimumnya mencapai 1.050 nautical miles dan mampu beroperasi dari landasan pendek maupun tidak beraspal.

A-VIATOR dapat menampung hingga 11 orang termasuk dua pilot, tergantung konfigurasi. Opsi peran mencakup angkut kargo, patroli maritim, evakuasi medis, transport penumpang, hingga misi khusus. Pesawat ini dilengkapi avionik modern untuk operasi penerbangan instrumen, dengan desain yang menekankan durabilitas, kemudahan perawatan, fleksibilitas operasi, serta efisiensi biaya. (DK)