AstraZeneca berencana investasi US$2 miliar di Amerika
Minggu, 23 November 2025

WASHINGTON - AstraZeneca (AZN.L) mengumumkan Jumat (21/11) rencana investasi US$2 miliar untuk memperluas fasilitas manufakturnya di Maryland.Langkah ini merupakan bagian dari rencana lebih besar senilai US$50 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penelitian di AS hingga 2030.Perusahaan farmasi global meningkatkan investasi di AS untuk memperluas kapasitas produksi, menyusul seruan Presiden Donald Trump agar industri membuat lebih banyak obat secara domestik, alih-alih mengimpor bahan aktif atau produk jadi.Investasi US$2 miliar ini akan digunakan untuk memperluas fasilitas biologis AstraZeneca di Frederick dan membangun fasilitas baru di Gaithersburg yang berteknologi tinggi untuk pengembangan obat dan pasokan klinis bagi uji coba.Proyek ini diperkirakan akan mendukung 2.600 pekerjaan, termasuk 300 posisi ahli baru, mengutip dari reuters.com, Sabtu (22/11).CEO Pascal Soriot berupaya menyeimbangkan permintaan Trump dengan strategi perusahaan, termasuk pencatatan penuh di Bursa Efek New York dan kesepakatan untuk menurunkan harga obat bagi jutaan warga AS.Fasilitas di Frederick saat ini memproduksi biologics, obat yang berasal dari organisme hidup, termasuk vaksin dan terapi lain, digunakan dalam pengobatan kanker, penyakit autoimun, pernapasan, dan penyakit langka.Ekspansi yang direncanakan akan hampir menggandakan kapasitas manufaktur komersial, menambah 200 pekerjaan ahli dan 900 pekerjaan konstruksi, serta memungkinkan produksi obat untuk portofolio penyakit langka perusahaan.Fasilitas baru di Gaithersburg, yang dijadwalkan beroperasi penuh pada 2029, akan menambah 100 pekerjaan, mempertahankan 400 posisi, dan mendukung 1.000 pekerjaan konstruksi.Sebelumnya, AstraZeneca telah mengumumkan pembangunan fasilitas terapi sel baru di Rockville, fasilitas produksi bahan obat baru di Virginia, serta ekspansi fasilitas manufaktur di Coppell, Texas. (DK)