Risalah FOMC ungkap the Fed setuju tahan bunga, dampak AI jadi sorotan

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA – Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan hampir seluruh pejabat Federal Reserve sepakat menahan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) di level 3,50–3,75% pada pertemuan 27–28 Januari 2026.

Namun, seperti dikutip Reuters, dokumen tersebut mencatat “beberapa” pejabat juga mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika inflasi tidak kunjung turun, sementara kelompok lain melihat ruang pemangkasan lanjutan apabila inflasi mereda sesuai proyeksi.

Sebagai catatan, inflasi AS saat ini masih berada sekitar satu poin persentase di atas target 2%.

Hanya dua anggota yang mendukung pemangkasan suku bunga pada rapat Januari, yaitu Gubernur the Fed Christopher Waller dan Stephen Miran, dengan alasan risiko pelemahan pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, rapat FOMC ini juga menunjukkan keterbukaan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan apabila inflasi tetap berada di atas target.

Namun sebagian pejabat lain juga menilai suku bunga perlu dipertahankan hingga penurunan inflasi kembali konsisten.

Perdebatan ini tampak masih berlanjut dalam rapat yang dipimpin Jerome Powell menjelang akhir masa jabatannya.

Hal ini membuat konsolidasi kebijakan masih menjadi tantangan utama yang akan dihadapi calon pengganti Ketua The Fed usulan Presiden Trump, Kevin Warsh, pada Mei mendatang.

“Para pembuat kebijakan bergerak ke arah yang berlawanan ketika inflasi masih di atas target The Fed... Ketua yang berikutnya mungkin akan sulit membuat anggota mencapai konsensus,"  kata David Russell, Global Head of Market Strategy TradeStation.

Masih terkait inflasi, risalah rapat juga menyoroti beberapa opini anggota FOMC yang terpecah mengenai dampak ekonomi dari penggunaan kecerdasan buatan (AI). 

Beberapa anggota memproyeksikan pertumbuhan produktivitas yang diasosiasikan dengan perkembangan teknologi atau regulasi, yang kemudian akan menekan inflasi secara keseluruhan.

Namun, optimisme terhadap AI ini dihadapi dengan kekhawatiran bahwa investasi besar di sektor tersebut dapat meningkatkan risiko keuangan, terutama akibat lonjakan valuasi aset dan aktivitas pasar yang tidak transparan.

Pada akhirnya, para pelaku pasar masih memperkirakan penahanan suku bunga hingga setidaknya Juni, dan tidak melihat peluang kenaikan dalam waktu dekat.

Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Maret, dibarengi dengan rilis proyeksi ekonomi dan suku bunga terbaru. (DH/ZH)