Indonesia dan AS teken 11 MoU kerja sama senilai US$38,4 miliar

Kamis, 19 Februari 2026

image

WASHINGTON DC – Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai US$38,4 miliar antara para pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat, Rabu (18/2).

Acara ini berlangsung dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, AS.

“Penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang,” ujar Kementerian Sekretariat Negara dalam siaran resminya.

Sebagai catatan, nilai ke-11 kesepakatan ini memang lebih tinggi dari yang sebelumnya disebutkan oleh US-ABC sebesar US$7 miliar, yang termasuk pembelian 1 juta ton kedelai AS, 1,6 juta ton jagung, dan 93.000 ton kapas, oleh Indonesia.

Seperti yang sudah diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, salah satu dari 11 kesepakatan ini juga terkait dengan perpanjangan izin operasi tambang Freeport Indonesia melampaui tahun 2041.

Berikut adalah 11 MoU yang disepakati Indonesia dan AS, berdasarkan siaran resmi dari Kementerian Sekretariat Negara Indonesia:

  1. MoU Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas;
  2. MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan Presiden Direktur Haliburton Ankush Balla;
  3. MoU Agrikultur (Jagung) antara PT. Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan dan Cargill Inc, ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse; 
  4. MoU Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
  5. MoU Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck; 
  6. MoU Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), PT Pan Brothers Tbk (PBRX) dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb;
  7. MoU Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc, ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp;
  8. MoU Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh Presiden Direktur Ahmad Maaruf Maulana dan Presiden Direktur Chester Coleman;
  9. MoU Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direkturr Yan Purba;
  10. Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC, ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon;
  11. MoU Furnitur/Wood Product antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council, ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketring for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.

Namun, mengutip Reuters, tidak semua MoU ini menyebutkan nilai transaksi atau investasinya, misalnya MoU furnitur dan produk kayu. Bahkan tidak ada detail lebih lengkap mengenai pakta “Transnational Free Trade Zone” antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC.

Sebagai catatan, Indonesia mengumumkan serangkaian kesepakatan bisnis dengan AS senilai US$34 miliar sebagai bagian dari upaya negosiasi tarif, yang serupa dengan apa yang ditandatangani Rabu (18/2) kemarin.

Seperti yang sudah diberitakan IDNFinancials.com, Presiden Prabowo berangkat ke AS untuk membahas hubungan bilateral dan kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk upaya memangkas tarif impor ke AS.

Kunjungan Prabowo ke Washington juga dilakukan untuk menghadiri undangan pertemuan Board of Peace yang dikirim Presiden Trump. (ZH)