AS tekan Arab Saudi agar tinggalkan jet tempur Pakistan dan Turki
Kamis, 19 Februari 2026

WASHINGTON - Amerika Serikat menekan Arab Saudi agar membatalkan rencana kerja sama dengan Pakistan dan Turki dalam pengadaan jet tempur, karena khawatir langkah itu akan merugikan ekspor senjata AS.Menurut laporan Middle East Eye, Amerika Serikat tidak senang dengan upaya Arab Saudi mencari mitra baru untuk memperkuat kemampuan militernya.
Washington menilai kontrak dengan negara lain, terutama Turki, dapat menggerus dominasi industri pertahanan AS.Dilansir dari Militarnyi.com, saat kunjungannya ke Washington, Presiden Donald Trump menegaskan penjualan jet tempur F-35 ke Arab Saudi serta penandatanganan perjanjian pertahanan bernilai besar.
Meski begitu, diplomat AS masih menuntut kejelasan dari Riyadh terkait kerja sama militer-teknisnya dengan negara-negara kawasan.Washington disebut telah memperoleh jaminan bahwa Saudi tidak akan membeli jet tempur JF-17 buatan Pakistan. Sebelumnya, sempat dibahas opsi penghapusan utang Islamabad sebagai imbalan pasokan pesawat tersebut, namun rencana itu dihentikan setelah tekanan dari AS.Kekhawatiran utama kini tertuju pada potensi keterlibatan Saudi dalam program jet tempur generasi kelima KAAN milik Turki. Hingga kini, Riyadh belum memberikan jaminan kepada mitra AS bahwa mereka akan menolak kerja sama tersebut.US Department of Defense meragukan urgensi pembelian pesawat Turki, mengingat Arab Saudi sudah memiliki armada kuat seperti F-15 dan Eurofighter Typhoon.
Sementara itu, White House menilai dana yang berpotensi masuk ke proyek KAAN seharusnya dialokasikan untuk pembelian produk pertahanan AS, sejalan dengan upaya pemerintahan Trump mempertahankan AS sebagai pemasok senjata utama bagi kerajaan tersebut. (DK)