Emtek kendalikan 74% SCMA setelah borong 2,33 miliar saham
Kamis, 19 Februari 2026

JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/2) menampilkan kenaikan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek di emiten media PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).
Dari 70,87%, kendali Emtek naik ke 74,02% setelah memborong 2,33 miliar saham SCMA lewat PT CLSA Sekuritas Indonesia
Pengendali PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), yaitu PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, juga menambah saham. Dengan membeli 158,11 juta saham emiten teknologi informasi tersebut, investor ini sudah mengendalikan hampir 58%.
Dari emiten rumah produksi PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Samuel Sekuritas Indonesia membeli 88,11 juta saham lagi dengan total 7,91% saham. PT Samuel Sekuritas Indonesia memfasilitasi pembelian ini.
Di sisi lain, Morgan Stanley And Co International Plc justru menjual sekitar 1,32 juta saham FILM lewat PT Bank HSBC Indonesia, dengan saham yang turun tipis ke 10,52%.
Selanjutnya, Heryanto Salim menjadi pemegang 5,46% saham emiten perkayuan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) terbaru setelah membeli 55,21 juta saham lewat PT BNI Sekuritas.
Namun, pengendali TIRT, PT Harita Jayaraya, mengalami penurunan kepemilikan ke 72,14% setelah menjual 9,50 juta saham lewat PT Harita Kencana Sekuritas.
Dari emiten real estate PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Henan Putihrai Asset Management menambah lagi 750 ribu saham SSIA melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Kepemilikannya kini bulat di 10%.
Kabar selanjutnya datang dari MNC Group, dimana dua perusahaan induk tampak mengurangi saham.
PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT), perusahaan induk perusahaan investasi energi PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), menjual 60,25 juta saham dengan sisa kepemilikan 12,25%.
Selanjutnya, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), perusahaan induk perusahaan media PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), menjual 10,73 juta saham dengan kepemilikan terakhir di angka 8,42%. PT MNC Sekuritas memfasilitasi kedua penjualan saham tersebut.
Pengurangan saham terakhir dicatat dari PT Sinar Mas Cakrawala, pengendali perusahaan keuangan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), yang melepas 7,81 juta saham. Setelah menjual saham lewat PT Sinarmas Sekuritas dan PT Bank HSBC Indonesia, kontrol investor ini turun ke 49,17%. (KD)
Ingin tahu daftar perubahan pemegang saham di atas 5% lebih lengkap? Lihat di sini.