BI Rate bertahan di 4,75% untuk 6 bulan, imbas rupiah tertekan

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengumumkan tak ada perubahan suku bunga acuan atau BI Rate, berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada Kamis (19/2) hari ini.

Sehingga BI Rate tetap berada di 4,75%, level yang sama sejak penurunan terakhir pada September 2025. Sementara deposit facility rate juga bertahan di 3,75% dan lending facility rate 5,50%.

“Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini, pada upaya penguatan nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam konferensi pers.

Selain menjaga nilai tukar rupiah, kata Perry, keputusan bank sentral dalam menahan suku bunga kali ini juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi sesuai sasaran 2026.

Meskipun demikian, imbuh Perry, BI akan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga atau BI Rate lebih lanjut.

“Sejalan dengan prakiraan inflasi 2026–2027 yang terkendali rendah dalam sasaran 2,5±1% dan upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Perry.

Menurut data historis Bloomberg, nilai tukar rupiah telah melemah sekitar 1,57% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun ini.

Namun setelah pengumuman BI Rate siang ini, nilai tukar rupiah sedikit menguat ke level Rp16.878,5 per dolar AS, setelah sempat berada di level terendahnya Rp16.931 per dolar AS.

Di sisi lain, reaksi pasar saham cenderung terbatas, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,25% di sesi pertama dan bertahan di 8.289,08. Namun penurunan indeks telah mencapai 0,41% dan berada di level 8.276 setelah pengumuman BI Rate siang ini. (KR)