Eric Trump investasi produsen drone Israel, dapat kontrak Pentagon

Kamis, 19 Februari 2026

image

WASHINGTON - Putra Presiden AS, Eric Trump, berinvestasi di produsen drone asal Israel, memicu kembali kekhawatiran konflik kepentingan seiring keluarga Trump memperluas portofolio bisnis pada masa jabatan kedua ayahnya, Donald Trump, sebagai presiden.Eric Trump menanamkan modal dalam merger senilai US$1,5 miliar antara pembuat drone Israel Xtend dan perusahaan konstruksi kecil berbasis Florida, JFB Construction Holdings. Kesepakatan ini ditujukan untuk membawa Xtend melantai di bursa tahun ini, demikian pernyataan JFB pada Selasa.Seperti dikutip aljazeera.com, Xtend dikenal karena produknya yang digunakan militer Israel di Gaza, termasuk pemetaan terowongan bawah tanah dengan drone, menurut laporan The Wall Street Journal.

Perusahaan pembuat drone Unusual Machines, yang pada November 2024 menunjuk saudara Eric, Donald Trump Jr., sebagai penasihat, juga ikut berinvestasi dalam merger tersebut.

Xtend mempromosikan dronenya sebagai “biaya per kill yang rendah”, daya tarik bagi US Department of Defense. Pada November lalu, perusahaan menyebut telah mengamankan kontrak bernilai jutaan dolar dengan Pentagon, meski tidak merinci nilainya.

Bulan ini, Xtend termasuk 25 perusahaan terpilih dalam Program Drone Dominance Departemen Pertahanan, upaya reformasi akuisisi untuk mempercepat pengadaan drone serang berbiaya rendah secara massal.

Xtend juga meraih kontrak Pentagon sebelum masa jabatan kedua Trump, termasuk kesepakatan US$8,8 juta pada Desember 2024.“Saya sangat bangga berinvestasi pada perusahaan yang saya yakini. Drone jelas merupakan gelombang masa depan. Xtend memiliki potensi luar biasa,” ujar Eric Trump dalam pernyataan kepada Al Jazeera.CEO JFB, Joseph F. Basile III, mengatakan penggabungan sistem operasi dan kapabilitas AI Xtend dengan keahlian eksekusi dan infrastruktur JFB membuka peluang mempercepat manufaktur di AS, meningkatkan skala produksi secara bertanggung jawab, serta mendukung platform teknologi pertahanan generasi berikutnya yang siap masuk pasar publik.

JFB tidak menanggapi permintaan komentar Al Jazeera terkait keterkaitan portofolio properti komersialnya dengan kontraktor pertahanan.CEO Xtend, Aviv Shapira, menyatakan merger ini memberi sumber daya untuk memperluas kapasitas manufaktur di AS sekaligus akses ke pasar modal AS. Xtend juga tidak menanggapi permintaan komentar Al Jazeera. (DK)