Perminas gaet investor Abu Dhabi di proyek rare earth

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas telah menandatangani nota kesepahaman, untuk memulai kerangka kerja dan potensi kolaborasi sumber daya niobium dan Rare Earth Elements (RRE).

Nota kesepahaman itu ditandatangani pada Selasa (17/2) oleh Perminas dan New Energi Metals Holdings (NEM), yang merupakan pengembang dan investor mineral strategis asal Abu Dhabi.

President Director (CEO) Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, mengatakan nota kesepahaman mencakup kerangka kerja untuk evaluasi potensi kolaborasi terkait sumber daya niobium, Rare Earth Elements (RRE) di Republik Gabon, dan potensi inisiatif rantai hilir rare earth di Indonesia.

“MoU ini menciptakan jalur yang terstruktur untuk menilai peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir,” jelas Gilarsi, dalam keterangan yang disampaikan.

Sementara President New Energy Metals Holdings, Abduljabbar Alsayegh, menyambut baik keinginan Indonesi untuk mulai mendiversifikasi rantai pasok rare earth global.

“Agenda yang semakin penting bagi transisi energi global, kepemimpinan teknologi, dan ketahanan pasokan,” jelas Alsayegh.

Turut hadir dalam awal kerja sama ini yaitu Rosan Roeslani, CEO Danantara, yang mengungkapkan hilirisasi adalah fase pertumbuhan berikutnya bagi industri di Indonesia.

“Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan,” kata Rosan.

Sebagai catatan, materi niobium dan RRE yang menjadi bagian dari kerja sama ini, merupakan bahan utama untuk produksi magnet permanen dengan kinerja tinggi. Bahan ini nantinya akan mendukung produksi industri modern, hingga pengembangan teknologi dalam negeri. (KR)