Harga emas naik 2% karena ketegangan AS-Iran dan spekulasi suku bunga

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA - Harga emas menguat pada Kamis (19/2) setelah melonjak lebih dari 2% sehari sebelumnya, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik yang berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran.

Seperti dikutip reuters.com, di sisi lain, investor juga tengah mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Harga emas spot (XAU=) naik 0,5% menjadi US$5.004,47 per troi ons pada pukul 06.34 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS (GCcv1) untuk pengiriman April menguat 0,3% ke level US$5.025,10.

Kyle Rodda, analis pasar senior di Capital.com, mengatakan bahwa prospek konflik di Timur Tengah menjadi faktor fundamental utama yang menopang harga emas melalui peningkatan permintaan safe haven.

Gedung Putih menyebutkan adanya sedikit kemajuan dalam perundingan dengan Iran di Jenewa pekan ini, meskipun sejumlah isu masih belum menemukan titik temu.

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan bahwa setiap serangan baru AS terhadap Iran akan menimbulkan konsekuensi serius.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah pertemuan The Fed bulan Januari menunjukkan para pejabat hampir sepakat untuk mempertahankan suku bunga.

Namun, terdapat perbedaan pandangan mengenai langkah selanjutnya: beberapa pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain cenderung mendukung pemangkasan suku bunga apabila tekanan inflasi mereda.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) biasanya lebih diminati dalam lingkungan suku bunga rendah.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini akan terjadi pada Juni, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Investor juga menantikan data klaim pengangguran mingguan serta laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed.

Sejumlah pasar di Asia, termasuk China daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan, tutup karena libur Tahun Baru Imlek.

Christopher Wong, analis dari OCBC, memperkirakan harga emas dan perak akan mengalami konsolidasi dalam jangka pendek sebelum kembali menguat secara bertahap. Ia menilai harga perak berpotensi bergerak di kisaran US$70–US$90 per troi ons, sementara emas diperkirakan berada di rentang US$4.800–US$5.100 dalam waktu dekat.

Harga perak spot (XAG=) naik 1,5% menjadi US$78,36 per troi ons setelah sebelumnya melonjak lebih dari 5%. Sementara itu, platinum (XPT=) menguat 0,7% ke US$2.084,71 per troi ons, dan palladium (XPD=) naik 0,4% ke US$1.722,94. (DK)