Rupiah dan IHSG kompak melemah usai BI Rate ditahan di 4,75%

Kamis, 19 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah 0,43% atau 36,15 poin ke level 8.274,08 pada perdagangan Kamis (19/2) hari ini, setelah sempat bertahan di zona hijau pada sesi pertama.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp26,24 triliun, yang melibatkan 53,3 miliar lembar saham. Dari seluruh saham tercatat, 326 saham terpantau menguat, 366 saham melemah, dan 127 lainnya stagnan.

Analis Phintraco Sekuritas menilai arah IHSG secara teknikal saat ini masih variatif, dengan terjadinya pelebaran histogram positif pada MACD. “Namun volume jual mengalami kenaikan, sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak mixed,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.

Dua sektor yang menghadapi tekanan paling dalam yaitu Teknologi yang melemah 1,16% dan Keuangan yang turun 1,03%. Sedangkan sektor barang baku terpantau paling unggul, dengan kenaikan 2,85%.

Dari sektor teknologi, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebagai saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencatat penurunan harga saham 5,68% ke level Rp212.000 per lembar.

Sementara dari sektor keuangan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencatat penurunan harga saham 1,37% ke level Rp7.175 per lembar.

Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,06% atau 10 poin ke Rp16.894 per dolar AS. Namun sejak pembukaan, rupiah relatif membaik setelah sempat menyentuh level Rp16.949 per dolar AS.

“Rupiah cenderung melemah di tengah kekhawatiran investor akan fiskal Indonesia, serta potensi penurunan peringkat ekuitas dan peringkat kredit oleh MSCI dan Moody's,” jelas analis Phintraco. (KR)