Menhan Belanda: F-35 bisa di-jailbreak seperti konsol video game
Jumat, 20 Februari 2026

JAKARTA – Ketergantungan militer Eropa terhadap teknologi Amerika Serikat mendapat sorotan tajam setelah Menteri Pertahanan Belanda, Gijs Tuinman, melontarkan pernyataan mengejutkan bahwa perangkat lunak jet tempur siluman F-35 Lightning II dapat dimanipulasi secara ilegal.
Tuinman mengklaim bahwa sistem pesawat super canggih tersebut bisa di jailbreak sebuah istilah yang biasanya diasosiasikan dengan meretas iPhone atau konsol video game untuk memintas pembatasan yang diberlakukan oleh pabrikan AS.
Dikutip dari interestingengineering.com (16/2/2026), komentar tersebut disampaikan Tuinman dalam podcast BNR Nieuwsradio berjudul "Boekestijn en de Wijk".
Ia menegaskan, "Jika, terlepas dari segalanya, Anda masih ingin meningkatkan [kemampuan], saya akan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak pernah saya katakan, tetapi saya akan tetap mengatakannya: Anda bisa men-jailbreak F-35 sama seperti iPhone."
Pernyataan ini diterjemahkan oleh The War Zone dan dianggap sebagai sinyal bahwa militer Belanda telah serius mempertimbangkan skenario terburuk: terputus dari dukungan teknis AS.
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Program F-35 dirancang dengan ekosistem tertutup yang sangat ketat, di mana hampir seluruh armada global bergantung pada jaringan berbasis awan (cloud) milik AS, sebelumnya dikenal sebagai Autonomic Logistics Information System (ALIS) dan kini digantikan oleh Operational Data Integrated Network (ODIN).
Sistem ini tidak hanya mengelola logistik "tepat waktu" (just-in-time) untuk suku cadang, tetapi juga mengunggah paket data misi yang berisi informasi intelijen sensitif. Kegagalan atau pemutusan akses pada sistem ini dapat melumpuhkan operasional angkatan udara sekutu dalam sekejap.
Hingga saat ini, hanya Israel yang berhasil menegosiasikan kesepakatan khusus yang mengizinkan mereka menanamkan perangkat lunak proprietari ke dalam F-35 mereka, memberikan tingkat kemandirian yang tidak dimiliki oleh negara-negara Eropa.
Bagi lebih dari 10 negara Eropa yang tergabung dalam program ini, ketergantungan penuh pada AS menjadi risiko eksistensial, terutama di tengah kebijakan luar negeri pemerintahan Donald Trump yang agresif dan sarat tarif.
Pernyataan Tuinman juga mencerminkan kegelisahan yang lebih luas di benua tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya telah menyerukan agar industri Eropa beralih ke "ekonomi perang" dan meningkatkan kemandirian produksi pertahanan.
Wacana jailbreaking ini, meskipun belum tentu mengindikasikan kerentanan siber yang aktif, menyoroti keputusasaan strategis sekutu AS yang merasa kedaulatan mereka tergadai oleh teknologi yang mereka beli namun tidak sepenuhnya mereka kendalikan. (SF)