Pengusaha terkaya Asia siapkan investasi US$110 miliar buat AI murah

Jumat, 20 Februari 2026

image

JAKARTA ­– Konglomerat terkaya dari Asia, Mukesh Ambani, berencana menggelontorkan dana senilai US$110 miliar atau sekitar Rp1.859 triliun untuk pembangunan infrastruktur Artificial Intelligence (AI) dengan harga terjangkau.

Rencana investasi ini akan dieksekusi melalui lini bisnis digital Reliance Industries, yaitu Reliance Jio Infocommm, sebagaimana disampaikan dalam India AI Impact Summit pada Kamis (19/2) kemarin di New Delhi.

“India tidak mampu menyewa kecerdasan buatan. Maka kami akan memangkas ongkos kecerdasan buatan ini secara signifikan,” kata Ambani, dalam paparannya.

“Jio bersama Reliance akan menginvestasikan sepuluh lakh crore dalam 7 tahun mendatang, mulai tahun ini,” imbuhnya.

Rencana investasi itu menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh Gautam Adani pada awal pekan ini, yang akan menginvestasikan US$100 miliar untuk pengembangan AI bersama Tata Group dan bekerja sama dengan Open AI.

Di sisi lain, pemerintah India juga tengah berambisi menjadikan India sebagai hub AI dan komputasi awan.

Untuk mendukung misi tersebut, India menggelar India AI Impact Summit 2026, yang melibatkan CEO Alphabet Sundar Pichai dan CEO Open AI Sam Altman.

Dengan insiatif AI tersebut, India ditargetkan menyerap investasi lebih dari US$200 miliar dalam dua tahun mendatang, menyusul tren global di bidang teknologi.

Meskipun dunia menghadapi kekhawatiran AI akan menggeser ketersediaan lapangan kerja, Ambani optimis investasi ini akan menjadi bukti bahwa AI tidak akan menyingkirkan lapangan kerja.

“Justru investasi ini akan menciptakan banyak peluang kerja dengan keterampilan tinggi,” kata Ambani.

Perlu diketahui, Ambani saat ini menempati peringkat pertama sebagai orang terkaya dari Asia, menurut Bloomberg Billionaires Index. Kekayaan Ambani tercatat sebesar US$97,7 miliar atau sekitar Rp1.651 triliun dalam kurs Rp16.902 per dolar Amerika Serikat (AS). (KR)