Kapal induk George Washington masuk laut China Selatan, Nimitz keluar

Minggu, 23 November 2025

image

WASHINGTON - Amerika Serikat mempertahankan kehadiran kapal induk secara konsisten di laut China Selatan di tengah meningkatnya aktivitas militer yang melibatkan negara sekutu dan Tiongkok, khususnya di sekitar Karang Scarborough yang disengketakan.Kapal induk USS George Washington (CVN-73) yang berbasis di Jepang memasuki Laut China Selatan melalui Selat Luzon pada 17 November, bertepatan dengan kepergian Nimitz Carrier Strike Group dari wilayah tersebut di hari yang sama.Seperti dikutip dari news.usni.org, hingga Jumat, gugus tempur Nimitz masih beroperasi di dekat lokasi pencarian dua pesawat Angkatan Laut AS milik USS Nimitz (CVN-68) yang jatuh bulan lalu di Laut China Selatan.Kapal penyelamat USNS Salvor (T-ARS-52) tengah melakukan pencarian terhadap jet F/A-18F Super Hornet dan helikopter MH-60R Sea Hawk yang mengalami kecelakaan dalam selang waktu 30 menit.Kepergian Nimitz dari kawasan tersebut terjadi setelah menyelesaikan latihan trilateral di dekat Scarborough Shoal bersama kapal perang Jepang dan Filipina.Latihan dua hari itu melibatkan gugus tempur Nimitz, perusak Jepang JS Akebono (DD 108), kapal utama Angkatan Laut Filipina BRP Jose Rizal (FF 150), frigat BRP Antonio Luna (FF 151), serta dua kapal penjaga pantai Filipina BRP Melchora Aquino dan BRP Cape San Agustin.Patroli bersama tersebut memicu protes Beijing dan memunculkan respons berupa penerbangan bomber Tiongkok di kawasan.Pada Jumat, Penjaga Pantai Filipina melaporkan keberadaan dua kapal perang Angkatan Laut PLA dan tiga kapal Penjaga Pantai China di sekitar Scarborough Shoal.USS Nimitz kini berada dalam perjalanan pulang setelah masa penugasan yang diperpanjang.Kapal induk ini berangkat dari San Diego pada Maret untuk penempatan terakhirnya dan hingga Jumat telah bertugas selama 240 hari. (DK)