Trump dan Prabowo setuju RI kena tarif impor AS 19%
Jumat, 20 Februari 2026

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani perjanjian dagang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dalam pertemuan di Gedung Putih pada Kamis (20/2) kemarin.
Dokumen yang ditandatangani itu mencakup komitmen Indonesia untuk menghapus hambatan non-tarif, untuk lebih dari 99% produk AS yang diekspor ke Indonesia di sejumlah sektor.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Gedung Putih, kesepakatan tersebut juga mencakup komitmen kedua negara untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok, agar AS bisa mengimpor mineral kritis dari Indonesia tanpa batasan.
“Dalam beberapa pekan mendatang, AS dan Indonesia akan melaksanakan sejumlah prosedur domestik untuk membuat kesepakatan ini berlaku efektif,” tulis Gedung Putih, dalam keterangan resminya.
Selain menyepakati penerapan tarif resiprokal 19% atas barang Indonesia yang masuk ke AS, Indonesia juga mendapat fasilitas tarif 0% untuk sejumlah komoditas seperti produk tekstil dan minyak sawit.
Kepala Staf Perwakilan Dagang AS (USTR), Jamieson Greer, mengatakan kesepakatan ini membuka pasar ekspor baru bagi petani dan produsen AS, ke negara dengan penduduk lebih dari 280 juta.
“Saya berterima kasih kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, atas komitmennya untuk menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan kita,” jelas Greer, dalam pernyataan resminya.
Menurut catatan IDNFinancials.com, perjanjian dagang ini ditandatangani tidak lama setelah Prabowo bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace, lembaga bentukan Trump untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina.
Dalam pertemuan bersama negara anggota Dewan Perdamaian itu, Prabowo menyatakan komitmen Indonesia untuk bergabung dan siap mengirim hingga 8.000 pasukan demi mewujudkan perdamaian tersebut. (KR)