Lima kali BI-Rate turun, suku bunga kredit bank baru turun 40 bps

Jumat, 20 Februari 2026

image

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa suku bunga kredit perbankan baru turun sebesar 40 basis poin (bps), dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,80% pada Januari 2026.

Sepanjang 2025, BI telah memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebanyak lima kali dengan total penurunan mencapai 125 bps.

Pelonggaran kebijakan moneter tersebut diharapkan dapat mendorong penurunan suku bunga di sektor perbankan secara lebih luas, mengutip dari iqplus.info.

"Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Kamis.

Perry menekankan pentingnya memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter agar penurunan suku bunga perbankan semakin optimal dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sepanjang 2025, Bank Indonesia telah memangkas BI-Rate sebanyak lima kali dengan total penurunan mencapai 125 basis poin (bps) dan ekspansi likuiditas moneter telah memberi dampak pada berbagai instrumen suku bunga.

Suku bunga INDONIA tercatat turun 211 bps sejak awal 2025 menjadi 3,92% per 18 Februari 2026.

Sementara itu, suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 6, 9, dan 12 bulan masing-masing turun 225 bps, 227 bps, dan 223 bps sejak awal 2025, menjadi 4,91%; 4,93 %; dan 5,04% pada 13 Februari 2026.

Adapun imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 2 tahun dan 10 tahun tercatat masing-masing sebesar 5,06 % dan 6,38% per 18 Februari 2026.

"Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, tetapi lebih terbatas," kata Perry.

Di sisi lain, suku bunga deposito satu bulan tercatat turun 68 bps, dari 4,81% pada Januari 2025 menjadi 4,13% pada Januari 2026.

Perry juga menyoroti perlunya pengurangan pemberian special rate kepada deposan besar yang saat ini masih mencapai 26,42% dari total dana pihak ketiga (DPK).

"Penurunan suku bunga dana tersebut juga perlu makin ditransmisikan ke penurunan suku bunga kredit perbankan yang baru turun 40 bps, dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,80% pada Januari 2026 " kata Perry. (DK)