BFIN berencana lakukan buyback saham senilai Rp100 miliar
Jumat, 20 Februari 2026

JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menyiapkan pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal Rp100 miliar.
Corporate Secretary BFIN, Budi Darwan Munthe, menuturkan bahwa buyback akan menggunakan dana internal dan bukan dari pinjaman,
“Sesuai dengan POJK 13/2023, jumlah saham yang akan dilakukan buyback tidak akan melebihi 1% dari modal disetor Perseroan,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2).
Adapun jumlah saham beredar (free float) setelah pelaksanaan buyback tidak akan kurang dari 40% dari modal disetor Perseroan.
Buyback akan dilaksanakan di BEI melalui pasar reguler serta hanya melalui PT Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM).
Perseroan tidak menyebutkan harga buyback secara rinci, namun aksi korporasi tersebut akan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh Perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pelaksanaannya dimulai pada 23 Februari 2026 dan berlangsung maksimal selama tiga bulan sejak tanggal publikasi, yaitu hari ini, Jumat (20/2).
Budi menegaskan bahwa buyback ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap operasional, kinerja keuangan, struktur permodalan, maupun tingkat likuiditas Perseroan.
“Perseroan juga berada dalam posisi likuiditas yang kuat dan memiliki arus kas yang mencukupi untuk mendukung kelangsungan kegiatan operasionalnya,” kata Budi.
Dari segi kinerja saham, pada perdagangan hari ini, Jumat (20/2), hingga pukul 14.31 WIB, harga saham BFIN melonjak 6,99% ke level Rp765 per lembar.
Kenaikan saham BFIN sudah terlihat sejak lima hari terakhir, mencapai 7,75%, dan dalam sebulan, harganya naik 4,79%. (DK/ZH)