Harga CPO Malaysia melemah tertekan ringgit dan kedelai AS
Jumat, 20 Februari 2026

JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) terkoreksi pada Jumat (20/2) setelah reli signifikan sehari sebelumnya.
Tekanan datang dari harga minyak kedelai di bursa Chicago yang lebih murah, serta penguatan nilai tukar ringgit yang membuat daya saing ekspor Malaysia melemah.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 14.26 WIB, kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,45% ke level 4.001 ringgit Malaysia per ton. Aktivitas transaksi juga relatif sepi karena bursa Dalian, China, tutup dalam rangka libur Tahun Baru Imlek.
Mengutip Trading Economics, kekhawatiran terhadap kinerja ekspor meningkat setelah AmSpec Agri Malaysia melaporkan pengiriman minyak sawit Malaysia periode 1–20 Februari merosot sekitar 12,6% dibandingkan Januari.
Penurunan ini mencerminkan permintaan yang lebih lemah, meskipun musim Ramadan telah tiba dan perayaan Idul Fitri tinggal beberapa pekan.
Meski demikian, harga CPO masih membukukan kenaikan mingguan sebesar 1,4%, sekaligus mengakhiri tren penurunan dua pekan sebelumnya.
Sentimen positif datang dari India sebagai pembeli utama, di mana impor minyak sawit pada Januari melonjak 51% secara bulanan ke level tertinggi dalam empat bulan.
Sementara itu, stok di Malaysia turun 7,7% dan produksi menyusut 13,8%, sehingga memperketat persediaan di pasar.
Dari dalam negeri, Indonesia sebagai produsen terbesar dunia memperoleh angin segar, setelah mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.
Perjanjian tersebut juga memberi pembebasan tarif untuk sejumlah komoditas dari Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit. (DK/KR)