IHSG kembali turun, giliran saham bank unggul di LQ45

Jumat, 20 Februari 2026

image

JAKARTA – Saham bank kembali mendukung penguatan indeks LQ45, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,03% ke level 8.271,77 pada perdagangan Jumat (20/2) hari ini.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp20,39 triliun, melibatkan perdagangan 45,82 miliar lembar saham. Sebanyak 267 saham mencatat kenaikan harga, 381 saham melemah, dan 171 saham stagnan.

Saham-saham dari sektor konsumer non-cyclical menghadapi tekanan paling dalam, sementara saham dari sektor infrastruktur dan keuangan mencatat penguatan terbesar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham dalam indeks LQ45 dengan kapitalisasi pasar terbesar, menguat 0,70% ke level Rp7.225 per lembar. Berikutnya disusul oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 1,86% dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 2,93%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG hari ini disebabkan sentimen dari kawasan Asia, yang merespons tensi antara Amerika Serikat dan Iran. Sedangkan sentimen positif dari domestik terbilang minim.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi pada kisaran level 8.200-8.350 di pekan depan,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.

Di sisi lain, investor tengah mencermati rilis data neraca transaksi berjalan Indonesia, yang melebar jadi US$2,54 miliar pada kuartal empat 2025. Realisasi ini setara 0,7% PDB dan berbalik dari surplus US$4,01 miliar di kuartal sebelumnya. (KR)