Bitcoin bertahan di US$67.000, investor ETF alami unrealized loss 20%

Jumat, 20 Februari 2026

image

JAKARTA – Harga Bitcoin stabil di kisaran US$67.000 setelah sempat turun di bawah US$66.000 pada perdagangan AS. Aset kripto terbesar tersebut naik sekitar 1% dalam 24 jam terakhir dan bertahan di atas level teknikal utama.

Dikutip dari CoinDesk, pergerakan altcoin masih lemah. CoinDesk 20 Index tertinggal, dengan ether, XRP, BNB, DOGE, dan solana bergerak datar hingga melemah tipis, mencerminkan sikap hati-hati investor.

Saham terkait kripto menguat terbatas. Saham penambang bitcoin CleanSpark dan MARA masing-masing naik sekitar 6%. Sebaliknya, pasar saham AS melemah, dengan S&P 500 turun 0,3% dan Nasdaq 100 melemah 0,6%.

Dari sisi kebijakan, pembahasan rancangan undang-undang struktur pasar aset digital menunjukkan kemajuan terbatas. Pertemuan antara industri kripto dan perbankan yang difasilitasi Gedung Putih belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Tekanan dari koreksi pasar kripto masih terasa. Pemberi pinjaman kripto Blockfills tengah menjajaki opsi penjualan setelah mencatat kerugian sekitar US$75 juta dan sempat menangguhkan layanan. Namun, dampaknya dinilai masih terkendali dan belum menyerupai krisis Celsius dan FTX pada 2022.

Risiko eksternal turut membebani sentimen. Kekhawatiran di pasar kredit meningkat setelah Blue Owl membatasi penarikan dana dari produk kredit privatnya. Saham Blue Owl dan sejumlah pengelola kredit privat besar lainnya turun lebih dari 5%.

Ketegangan geopolitik juga berlanjut, dengan potensi aksi militer AS terhadap Iran masih menjadi perhatian pasar. Harga minyak mentah naik 2,8% ke atas US$66 per barel, level tertinggi sejak Agustus.

Di pasar derivatif kripto, pelaku pasar cenderung defensif. Trader Jake Ostrovskis dari Wintermute mengatakan banyak investor membeli proteksi penurunan sambil membatasi potensi keuntungan.

Sementara itu, data Glassnode menunjukkan harga masuk rata-rata investor spot Bitcoin ETF di AS berada di sekitar US$83.980 per BTC.

Dengan harga bitcoin di kisaran US$67.000, investor ETF menanggung kerugian kertas sekitar 20% dan berisiko melakukan aksi jual lanjutan. Meski demikian, total kepemilikan ETF masih mendekati level puncaknya, menandakan investor institusional cenderung mengurangi eksposur secara bertahap. (DH)