Grab tambah lagi 79 juta lembar SUPA, kini pegang hampir 14%,
Jumat, 20 Februari 2026

JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2) menampilkan pembelian 79 juta saham bank digital PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) oleh Grab.
Diwakili oleh investor bernama A5-DB Holdings Pte Ltd, Grab kini memegang 13,93% SUPA setelah membeli saham lewat PT Mandiri Sekuritas.
Dari emiten perkayuan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), Heryanto Salim menambah 8 juta lembar saham lagi. Dari 5,46%, saham investor baru ini naik jadi 6,25%, dengan PT BNI Sekuritas memfasilitasi belanja tersebut.
Namun, PT Harita Jayaraya malah melepas 10,24 juta lembar TIRT lewat PT Harita Kencana Sekuritas. Kendalinya turun ke 71,13% imbas dari penjualan ini.
Selanjutnya, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk menambah porsi saham di perusahaan energi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 1,50 juta lembar. Kepemilikannya naik tipis ke 11,75% setelah membeli saham lewat PT Harita Kencana Sekuritas.
PT Bogamulia Nagadi menambah 743.100 lembar saham emiten farmasi PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), dengan total kendali di angka 90,48%. Belanja ini dilakukan lewat PT OCBC Sekuritas Indonesia.
550 ribu saham produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) ditambahkan ke portofolio Lo Kheng Hong, yang kini memegang 5,98% saham. Ia membeli saham lewat PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Sinarmas Sekuritas.
Penambahan saham terakhir dipantau dari PT Henan Putihrai Asset Management. Masih menimbun saham emiten real estate PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), investor yang dikabarkan dekat dengan Prajogo Pangestu ini membeli 250 ribu saham lewat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dengan total kepemilikan 10,01%.
Sementara itu, DBS Bank Ltd SG-PB Clients melepas 18,58 juta saham perusahaan properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) lewat PT Bank DBS Indonesia, sehingga sahamnya turun ke 5,11%.
Morgan Stanley And Co International Plc pun mengurangi sahammya di rumah produksi PT MD Entertainment Tbk (FILM) sebanyak 647.800 lembar sehingga sahamnya turun tipis ke 10,51%. PT Bank HSBC Indonesia memfasilitasi penjualan ini.
Pengurangan saham terakhir dicatat dari PT Sinar Mas Cakrawala, yang menjual 1,51 juta saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) via PT Sinarmas Sekuritas. Kendali investor ini di emiten keuangan tersebut turun ke 49,15%. (KD)
Ingin tahu daftar perubahan pemegang saham di atas 5% lebih lengkap? Lihat di sini.