Produksi emas anjlok 24%, laba Newmont tembus target

Jumat, 20 Februari 2026

image

JAKARTANewmont membukukan laba kuartal IV 2025 di atas perkiraan pasar, meski volume produksi emas global perusahaan mengalami penurunan. Lonjakan harga emas dunia menjadi penopang utama kinerja keuangan, seiring rencana investasi besar untuk pengembangan aset hasil akuisisi.

Dikutip dari mining.com, reli harga emas yang mencetak rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir mendorong perbaikan kinerja. Rata-rata harga emas pada kuartal IV 2025 mencapai US$4.135 per ons, melonjak 56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara harga realisasi rata-rata tercatat US$4.216 per ons, hampir 60% lebih tinggi secara tahunan.

Di sisi operasional, produksi emas Newmont turun hampir 24% menjadi 1,45 juta ons. Penurunan ini disebabkan penjadwalan tambang yang telah direncanakan di sejumlah aset utama global, termasuk Peñasquito, Ahafo South, Yanacocha, Brucejack, dan Cadia.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah, Newmont mengalokasikan belanja modal US$1,4 miliar bagi proyek-proyek prioritas seperti Cadia Panel Caves, Tanami Expansion 2, serta studi kelayakan Red Chris. Seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari portofolio yang diperoleh melalui akuisisi Newcrest senilai US$17 miliar pada 2023.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan belanja modal pemeliharaan sebesar US$1,95 miliar guna memperpanjang umur tambang dan menjaga keberlanjutan produksi di berbagai wilayah operasi.

“Fokus pada peningkatan kinerja operasional tetap menjadi prioritas utama kami, dengan dukungan tim di seluruh aset utama, termasuk Nevada Gold Mines,” ujar CEO Newmont, Natascha Viljoen, kepada Reuters.

Ke depan, Newmont memproyeksikan produksi emas 2026 sebesar 5,3 juta ons, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 5,89 juta ons. Secara penyesuaian, laba perusahaan tercatat US$2,52 per saham, melampaui estimasi analis sebesar US$2,00 berdasarkan data LSEG. (DH)

NewmontEmasAsetInvestasi