Jet tempur dan bomber Amerika 'kepung' Venezuela

Minggu, 23 November 2025

image

JAKARTA - Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro lewat demonstrasi militer terbesar di kawasan Karibia pada Kamis, hanya beberapa hari sebelum Washington resmi menetapkan Maduro dan lingkaran kekuasaannya sebagai bagian dari organisasi teroris asing.

Dikutip cnn.com (22/11), penetapan tersebut akan menggunakan label “Cartel de los Soles”, istilah yang menurut para ahli lebih menggambarkan dugaan jaringan pejabat korup ketimbang organisasi kriminal terstruktur.

Status itu memberi kewenangan kepada Presiden Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi baru, meski tidak secara eksplisit membuka jalan bagi penggunaan kekuatan mematikan.

Namun para pejabat menilai status itu dapat memperluas opsi aksi militer AS terhadap Venezuela. “Ini memberi lebih banyak alat kepada departemen kami untuk memberikan opsi kepada Presiden,” ujar Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Pada Kamis, setidaknya enam pesawat tempur dan strategis AS termasuk F/A-18E, pembom B-52 dan pesawat pengintai tampak beroperasi selama beberapa jam di atas perairan dekat Venezuela. Komando Udara AS Kawasan Selatan menggambarkan latihan tersebut sebagai “bomber attack demo” untuk mencegah aktivitas ilegal. Sebagian pesawat diluncurkan dari kapal induk USS Gerald Ford.

Unjuk kekuatan itu dilakukan di tengah sinyal terbuka Trump atas solusi diplomatik. Ia mengatakan pada Fox News bahwa ia akan berbicara dengan Maduro dalam waktu tidak terlalu lama. “Saya tidak bisa memberi tahu Anda apa yang akan saya katakan kepadanya, tapi saya punya sesuatu yang sangat spesifik untuk disampaikan.”

Upaya diplomatik sebelumnya yang dipimpin utusan khusus Ric Grenell dihentikan bulan lalu, sementara Qatar yang sempat memfasilitasi komunikasi pada masa pemerintahan Biden belum kembali dilibatkan dalam beberapa bulan terakhir.

Status teroris adalah instrumen kontra-terorisme paling serius milik Departemen Luar Negeri AS. Selain melarang warga AS memberi dukungan material, status itu juga memblokir anggota dan perwakilan kelompok masuk ke wilayah AS. Kongres telah diberi notifikasi pada 16 November, namun tidak bergerak untuk menggagalkan rencana tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS terus menggelar latihan udara dan laut di dekat Venezuela, termasuk penerbangan B-52 dan B-1 yang semakin mendekati garis pantai utara Caracas dan Isla Margarita.(DH)