Bitcoin bergerak terbatas, hedge fund konversi aset jadi kas

Sabtu, 21 Februari 2026

image

JAKARTA - Bitcoin bergerak dalam kisaran sempit, seiring investor mencari arah selama hampir dua pekan setelah kejatuhan pasar, yang menghapus sisa kenaikan aset digital ini sejak Donald Trump terpilih kembali.

Kondisi ini mendorong sejumlah hedge fund kripto untuk mengkonveris aset jadi kas, menandakan betapa besarnya dampak koreksi US$2 triliun di pasar kripto bagi investor profesional, serta minimnya optimisme menjelang 2026.

“Bitcoin telah menemukan kisaran baru di level pertengahan US$60 ribu, bergerak tanpa arah yang jelas,” kata Bohan Jiang, Trader Derivatif Senior di FalconX.

Seperti dikutip Bloomberg.com, mata uang kripto yang terkenal volatil ini diperdagangkan di kisaran US$67.000 selama jam perdagangan New York.

Pada 6 Februari, harga bitcoin sempat jatuh hingga 13%, menjadi penurunan terbesar dalam empat tahun terakhir. Nilainya kini turun sekitar 50% dari rekor tertinggi yang hampir menyentuh US$127.000 pada awal Oktober 2025.

“Lonjakan volatilitas pada 6 Februari kini sudah mereda,” kata Paul Howard, Direktur Senior Wincent, perusahaan market maker, menambahkan bahwa “volatilitas implisit menurun dan permintaan ETF spot cenderung selektif dan posisi leverage telah telah berkurang.”

Pasar kripto dinilai tetap rapuh sejak gelombang likuidasi pada Oktober, yang menurunkan kepercayaan investor setelah harga bitcoin jatuh 24% pada kuartal keempat. Hal ini menjadi penurunan terburuk bagi bitcoin sejak 2022.

Sejumlah manajer portofolio mengurangi risiko pada kuartal keempat 2025, karena profil risiko terhadap imbalan dari aset kripto ini memburuk.

Beberapa hedge fund menambah alokasi kas, sementara sebagian porsi wajib tetap diinvesasikan, untuk menggeser portofolio ke posisi defensif.

“Ketika profil risiko-imbalan mulai tidak menguntungkan di Q4, kami mengurangi risiko 40% dari portofolio,” tulis Sigil Fund, menambahkan bahwa ini pertama kalinya mereka tidak memiliki eksposur sama sekali ke bitcoin maupun ethereum.

Hedge fund selama ini memanfaatkan basis trade, yaitu membeli bitcoin di pasar spot atau melalui ETF, lalu menjual kontrak futures jangka panjang. Strategi ini kini dinilai kurang menguntungkan seiring penurunan harga bitcoin.

Manajer investasi kini fokus pada preservasi modal dan fleksibilitas, dengan banyak yang memperluas mandat termasuk saham terkait kripto, berbeda dari survei sebelumnya yang hanya memandang saham sebagai aset tambahan.

“Cadangan kas yang tinggi menunjukkan banyak pihak menunggu sinyal makro yang lebih jelas, katalis regulasi, atau arus investasi yang stabil sebelum kembali ke aset kripto berisiko tinggi,” tambah Crypto Insights Group. (DK/KR)