Merdeka Group jadi penopang IHSG dan LQ45 sepekan

Sabtu, 21 Februari 2026

image

JAKARTA – Di pekan ketiga Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak relatif stagnan, hanya tumbuh 0,72% dalam tiga hari perdagangan, 18-20 Februari 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), dua emiten Merdeka Group – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – tampak menopang laju IHSG pekan ini.

Kedua emiten ini menunjukkan pergerakan harga saham yang signifikan; MDKA naik 11,5% dan ditutup di level Rp3.590, sedangkan MBMA melesat 17,9%, meski menutup perdagangan Jumat (20/2) turun 5,5% ke level Rp855.

Dengan kenaikan tersebut, MDKA berkontribusi 9,7 poin untuk IHSG, sedangkan MBMA menyumbang 8,54 poin.

Tren ini sejalan dengan harga komoditas logam terkait yang menguat dalam tiga hari terakhir. Berdasarkan data yang disajikan Stockbit, nikel, yang menjadi output utama MBMA, naik 2,1% menjadi 17.258 per Jumat (20/2).

Sementara itu, dua komoditas andalan MDKA, emas dan tembaga, juga tampak menguat. Emas naik 3,3% ke level 5.045,70, sedangkan tembaga kembali rebound dari harga terendahnya dalam sebulan terakhir, naik 1,9% ke level 12.850,78.

Selain Merdeka Group, emiten tambang lainnya juga menopang pergerakan IHSG, yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Meski hanya naik 4,6% dalam sepekan, peningkatannya membawa IHSG naik 10,6 poin.

Di antara emiten tambang, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga tampak menguat 1,6% dalam sepekan terakhir – bahkan ditutup dengan pertumbuhan 1,9% pada Jumat (20/2) di level Rp3.840.

Keempat emiten ini juga menggerakkan indeks LQ45, yang sukses naik 0,7% – hampir serupa dengan pergerakan IHSG – meski kontribusinya masing-masing hanya berkisar 1,4-1,8 poin.

Berikut 5 top leader IHSG pekan ini (18-20/2):

Emiten

Perubahan Harga

Harga Penutupan

Kontribusi IHSG

AMMN

4,6%

Rp7.900

10,6

MDKA

11,5%

Rp3.590

9,7

BBRI

1,6%

Rp3.840

9,4

MBMA

17,9%

Rp855

8,5

FILM

12,8%

Rp7.500

6,8

(ZH)