OpenAI bidik pendanaan, sederet investor siap suntik US$100 miliar

Minggu, 22 Februari 2026

image

JAKARTA - OpenAI dikabarkan hampir menuntaskan pendanaan baru di putaran awal, yang nilainya diperkirakan melampaui US$100 miliar.

Jika terealisasi, pendanaan ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah sektor teknologi dan bertujuan mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan, serta ekspansi infrastruktur.

Sejumlah sumber yang dikutip Bloomberg menyebut, valuasi OpenAI setelah pendanaan berpotensi menembus US$850 miliar, lebih tinggi dari estimasi awal US$830 miliar. Sementara itu, valuasi pra-pendanaan perusahaan tetap di kisaran US$730 miliar.

Pendanaan tahap pertama akan didominasi investor strategis, termasuk Amazon.com Inc., SoftBank Group Corp., Nvidia Corp., dan Microsoft Corp.

Jika seluruh komitmen berada di batas atas pembahasan, total investasi dari sederet investor tersebut akan mendekati US$100 miliar dan ditargetkan tuntas sebelum akhir bulan ini.

Respons pasar terlihat pada saham SoftBank yang naik hingga 4% di bursa saham Tokyo, seiring kabar bahwa grup tersebut saat ini memiliki sekitar 11% saham OpenAI.

Tahap lanjutan pendanaan akan melibatkan modal ventura, dana kekayaan negara, serta investor keuangan lain. Penutupan tahap ini dijadwalkan menyusul dan berpotensi meningkatkan total dana yang dihimpun secara signifikan.

Meski demikian, kesepakatan pendanaan ini belum final dan masih dapat mengalami perubahan. Para pihak terkait belum memberikan komentar resmi.

Sebelumnya Amazon dilaporkan sebagai investor potensial, yang akan menanamkan hingga US$50 miliar, SoftBank US$30 miliar, dan Nvidia sekitar US$20 miliar.

Dana tersebut diperkirakan akan disalurkan bertahap sepanjang tahun ini. Dalam kemitraan dengan Amazon, OpenAI juga disebut akan memperluas penggunaan chip serta layanan komputasi awan milik Amazon. (DH/KR)