Pembatalan tarif Trump jadi sentimen positif bagi pasar saham

Senin, 23 Februari 2026

image

JAKARTA – Sejumlah sentimen positif menyambut pasar saham Indonesia pada perdagangan awal pekan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebelumnya ditutup turun tipis 0,03% ke 8.271 pada perdagangan Jumat (20/2), membuat kinerja indeks dalam sepekan hanya naik 0,75%.

Namun di tengah penguatan IHSG yang cukup terbatas, investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy Rp2,07 triliun.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpeluang mendapat sentimen positif dari keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat, yang membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump. “Karena ekspektasi adanya keringanan terhadap perusahaan yang selama ini terbebani biaya tarif, sekaligus meredakan kekhawatiran akan inflasi AS,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan hari ini.

Di sisi lain, analis Phintraco menilai perkembangan reformasi pasar modal Indonesia juga menjadi katalis tambahan bagi pasar saham. Terutama setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan respons positif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), atas upaya peningkatan free float dan transparansi pasar saham di Indonesia.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran level 8.250-8.380 pada pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8.400 jika mampu ditutup di atas 8.350,” jelas analis Phintraco.

Senada dengan perkiraan tersebut, riset divisi ritel CGS International Sekuritas menilai kenaikan harga sejumlah komoditas inti, berpotensi jadi sentimen pendukung bagi pasar saham Indonesia. Khususnya kenaikan harga timah, nikel, dan emas.

“IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan kisaran support 8.175/8.080 dan resist 8.370/8.465,” jelas CGS International, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Dari sisi teknikal, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai struktur tren IHSG masih cukup konstruktif, selama mampu bertahan di atas support 8.150–8.230. Peluang rebound juga dinilai tetap terbuka, dengan target resistance pada area psikologis 8.400.

Namun analis BRI Danareksa menilai pelaku pasar akan mencermati perkembangan atas reformasi pasar modal, serta rilis data uang beredar di Indonesia. (KR)