Keluar dari Bridgewater, Ray Dalio simpan US$500 juta di pasar saham
Senin, 23 Februari 2026

JAKARTA - Kantor keluarga Ray Dalio mengungkap portofolio saham Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak pandemi. Langkah ini menegaskan keterlibatan langsung Dalio dalam pengelolaan investasinya setelah sepenuhnya keluar dari Bridgewater Associates.
Dikutip Bloomberg, berdasarkan dokumen regulator AS (13F), Dalio Family Office mencatat investasi sekitar US$503 juta di pasar saham AS per akhir tahun. Nilai tersebut meningkat sekitar sepertiga dibandingkan posisi yang terakhir diungkap pada awal 2021.
Sebagian besar portofolio, lebih dari 75%, ditempatkan pada exchange-traded fund (ETF) berbasis emas. Sisanya dialokasikan ke ETF obligasi pemerintah AS serta ETF yang melacak S&P 500 Index. Selain itu, kantor keluarga Dalio juga memiliki eksposur ke ETF pasar negara maju dan berkembang.
Sebelumnya, Dalio Family Office hanya melaporkan kepemilikan pada dua ETF emas. Kini, total instrumen yang diungkap hampir mencapai selusin. Pihak Dalio menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Dalio, yang memiliki kekayaan sekitar US$20,1 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index, telah menyelesaikan proses pelepasan kepemilikan dan jabatan di Bridgewater. Ia menjual sisa sahamnya pada 2025 dan keluar dari dewan direksi perusahaan.
Pada 2022, Dalio juga menyerahkan hak suara kepada dewan dan mundur dari posisi co-chief investment officer. Sejak akhir 2025, ia kembali mengambil alih pengelolaan investasi di kantor keluarganya.
Untuk memperkuat tim, Dalio merekrut Steven Kryger, mantan eksekutif Bridgewater, serta menunjuk Alma DeMetropolis, mantan pejabat JPMorgan Chase & Co., sebagai wakil CEO kantor keluarga.
Dalio Family Office mengelola investasi pribadi dan aktivitas filantropi Dalio, termasuk dukungan terhadap eksplorasi laut melalui OceanX. Melalui Dalio Philanthropies, Dalio telah menyalurkan lebih dari US$7 miliar sejak 2003.
Dalam beberapa tahun terakhir, kantor keluarga tersebut membuka cabang di Abu Dhabi dan memperluas perekrutan staf investasi serta teknologi di Amerika Serikat dan Singapura.(DH)