Laba Astra Agro Lestari melesat 28% meski margin menipis
Senin, 23 Februari 2026

JAKARTA – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), emiten perkebunan milik Astra, mencetak laba bersih sebesar Rp1,47 triliun pada tahun buku 2025.
Perolehan itu meningkat 28% secara tahunan atau dari 2024, yang mencapai Rp1,14 triliun.
Menurut laporan keuangan yang disampaikan, perolehan laba AALI pada 2025 didukung kinerja pendapatan bersih yang mencapai Rp28,65 triliun. Pendapatan di periode ini meningkat 31,35% secara tahunan atau dari Rp21,8 triliun pada 2024.
Namun kenaikan beban pokok pendapatan dan beban operasi AALI membuat margin laba bersihnya sedikit tertekan menjadi 5,37% pada 2025, dari 5,44% pada tahun sebelumnya.
Area kerja yang menjadi kontributor utama pendapatan AALI pada 2025 yaitu Sulawesi yang mencapai Rp12,67 triliun, Kalimantan Rp12,88 triliun, dan Sumatera Rp11,77 triliun.
Sementara berdasarkan jenis produk, minyak sawit mentah dan turunannya menyumbang pendapatan terbesar bagi AALI, yaitu sebesar Rp25,52 triliun. Sementara pendapatan dari produk inti sawit dan turunannya Rp3,12 triliun, serta produk lain Rp10,92 miliar.
Dari sisi pelanggan, AALI memperoleh 19,66% dari seluruh pendapatannya dari pihak bereleasi. Kemudian 12,05% pendapatan berasal dari Olam Global Agri Pte. Ltd., serta sisanya berasal dari pihak lain yang kontribusi per pelanggan tidak lebih dari 10% dari total pendapatan.
Kinerja laba AALI pada 2025 mendorong posisi laba per sahamnya menjadi Rp764,65 per lembar, meningkat dari Rp596,22 per lembar pada tahun sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan Senin (23/2) hari ini, harga saham AALI berada di level Rp7.775 per lembar. Dengan acuan tersebut, harga saham emiten perkebunan ini divaluasi 13 kali di atas laba per sahamnya. (KR)