ETF tertekan, BlackRock bersiap lepas bitcoin dan ethereum US$270 juta
Senin, 23 Februari 2026

JAKARTA - Manajer aset terbesar dunia, BlackRock, mengindikasikan potensi pelepasan bitcoin dan ethereum senilai sekitar US$270 juta.
Sinyal ini muncul setelah ETF kripto BlackRock mencatat arus keluar bersih harian dan bertepatan dengan jatuh tempo opsi kripto global senilai US$2,4 miliar.
Dikutip coingape, data Arkham menunjukkan BlackRock memindahkan 2.563 bitcoin senilai sekitar US$173 juta dan 49.852 ethereum senilai US$97 juta ke Coinbase.Perpindahan aset ke bursa umumnya dipandang sebagai persiapan penjualan.
Sementara itu, data SoSoValue mencatat ETF Bitcoin BlackRock mengalami arus keluar bersih harian US$164 juta, hampir seluruh total arus keluar ETF Bitcoin secara keseluruhan. Sementara itu, ETF Ethereum BlackRock mencatat arus keluar US$96,80 juta, mendominasi arus keluar ETF Ethereum pada hari yang sama.
Secara bulanan, ETF Bitcoin berada di jalur mencatat arus keluar bersih keempat berturut-turut dengan total lebih dari US$1 miliar keluar sepanjang bulan ini. ETF Ethereum juga mencatat arus keluar sekitar US$450 juta dalam periode yang sama.
Arus keluar institusional terjadi di tengah sikap hati-hati investor besar. Kevin O'Leary, pengusaha, investor, dan tokoh televisi asal Kanada yang dikenal luas lewat acara televisi realitas Shark Tank, menilai risiko komputasi kuantum membuat institusi membatasi alokasi kripto hingga sekitar 3%.
Di sisi lain, analis Bloomberg Eric Balchunas menyebut ETF Bitcoin tetap mencatat kinerja kuat sejak diluncurkan dua tahun lalu, dengan arus masuk bersih kumulatif mencapai US$52 miliar, jauh di atas proyeksi awal.
Tekanan pasar juga dipicu oleh jatuh tempo opsi kripto senilai US$2,4 miliar di Deribit. Sementara itu, terdapat kontrak opsi bitcoin senilai sekitar US$2 miliar yang akan jatuh tempo dengan level “max pain” di US$70.000. Sedangkan opsi Ethereum senilai US$404 juta akan jatuh tempo di level US$2.050.
[[ Max pain adalah istilah dalam dunia opsi yang merujuk pada harga di mana pemegang opsi mengalami kerugian maksimal, sementara penjual opsi (market maker) mengalami kerugian minimal. ]]
Selain faktor teknikal, pasar kripto menunggu rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang diperkirakan berada di level 2,9%. Data tersebut berpotensi memicu volatilitas lanjutan di pasar aset berisiko.(DH).