Dirut Pertamina Simon: Impor energi dari Amerika tetap pakai tender

Senin, 23 Februari 2026

image

JAKARTA - PT Pertamina memastikan impor energi dari Amerika Serikat tetap dilakukan melalui mekanisme tender dan lelang, meski Indonesia dan AS baru saja merampungkan kesepakatan dagang.

Dikutip reuters, kesepakatan tersebut memangkas tarif AS atas produk Indonesia menjadi 19% dari sebelumnya 32%. Dalam perjanjian itu, Indonesia berencana mengimpor barang dan jasa senilai US$38,4 miliar dari AS, termasuk komoditas energi senilai US$15 miliar.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan tidak ada penunjukan langsung dalam rencana impor energi.

“Terkait rencana impor energi dari AS, kami menjalankan bisnis seperti biasa melalui tender dan penawaran, tanpa penunjukan langsung,” ujarnya.

Impor energi yang direncanakan mencakup minyak mentah, LPG, dan produk bahan bakar. Mantiri mengatakan porsi impor LPG dari AS berpotensi meningkat menjadi 70% dari total impor LPG Pertamina, dibandingkan sekitar 57% saat ini.

Indonesia sebelumnya menyatakan akan mengalihkan sebagian sumber impor energi dari Singapura, Timur Tengah, dan Afrika untuk meningkatkan pembelian dari AS. Tahun lalu, Pertamina juga menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah perusahaan, termasuk Exxon Mobil dan Chevron.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi Bahlil Lahadalia mengatakan kontrak Exxon Mobil untuk mengelola Blok Cepu akan diperpanjang hingga 2055. Perpanjangan ini diperkirakan mendorong tambahan investasi sekitar US$10 miliar, meski masih ada sejumlah aspek teknis yang perlu dirampungkan, termasuk skema bagi hasil dan pemulihan biaya.(DH)