Argentina tepis rumor bailout US$ 20 miliar dari perbankan Amerika

Minggu, 23 November 2025

image

JAKARTA - Pemerintah Argentina mengeluarkan bantahan tegas terkait spekulasi pasar yang menyebutkan negara tersebut tengah mencari paket penyelamatan keuangan (bailout) bernilai jumbo.

Menteri Ekonomi Luis Caputo, dalam pernyataan resminya pada Jumat (21/11), menepis laporan yang mengklaim bahwa Argentina sedang bernegosiasi dengan konsorsium bank Amerika Serikat untuk mendapatkan dana talangan sebesar US$ 20 miliar.

Seperti dilansir dari reuters.com (22/11), pernyataan keras Caputo ini muncul sebagai respons langsung terhadap pemberitaan Wall Street Journal sehari sebelumnya.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Caputo menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berbicara dengan bank-bank mengenai bailout, apalagi senilai US$ 20 miliar.

Ia bahkan melangkah lebih jauh dengan menyebut rumor tersebut sebagai sebuah "operasi" yang sengaja dihembuskan dengan tujuan tunggal untuk menciptakan kebingungan dan ketidakpastian di pasar finansial.

Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa rencana paket penyelamatan senilai US$ 20 miliar yang dikabarkan melibatkan raksasa perbankan global seperti JPMorgan Chase, Bank of America, dan Citigroup telah dibatalkan atau ditangguhkan.

Mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, laporan itu menyebutkan bahwa para bankir kini mengubah strategi mereka.

Alih-alih paket penyelamatan masif, negosiasi dikabarkan bergeser ke arah paket pinjaman jangka pendek yang jauh lebih kecil, yakni fasilitas pembelian kembali (repurchase agreement atau "repo") dengan nilai sekitar US$ 5 miliar.

Isu sensitif mengenai pendanaan ini muncul dengan latar belakang kesepakatan strategis yang terjadi pada Oktober lalu, di mana Departemen Keuangan AS (US Treasury) mencapai persetujuan stabilisasi nilai tukar senilai US$ 20 miliar dengan Argentina.

Kesepakatan tersebut tercapai hanya beberapa hari menjelang pemilihan umum paruh waktu yang sangat krusial bagi agenda reformasi ekonomi Presiden Javier Milei yang beraliran libertarian.

Namun, menurut perkembangan terbaru yang dilaporkan media AS, fasilitas utang tambahan yang dipimpin oleh bank komersial untuk melengkapi kesepakatan tersebut kini tidak lagi menjadi pertimbangan serius, menandakan adanya dinamika yang berubah dalam hubungan antara Buenos Aires dan kreditur internasional. (SF)